Lima anak yang tergabung dalam Pendampingan Iman Anak (PIA) Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan menampilkan performa yang membanggakan dalam panggung Pentas Seni yang digelar untuk memeriahkan Misa Pesta Nama Wilayah Santo Petrus Damianus Kalasan Timur, pada Sabtu malam, 21 Februari 2026. Acara tersebut berlangsung di area terbuka Lingkungan Santa Elizabeth, Perumahan Griya Dharma Asri (GDA) Kalasan, dan dirangkaikan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Kehadiran sekitar 300 umat semakin menambah semarak dan kekhidmatan suasana perayaan iman tersebut.

Dengan penuh percaya diri, kelima anak tampil tanpa rasa canggung di hadapan ratusan umat yang memadati lokasi acara, termasuk di hadapan Romo Ngatmo. Keberanian dan keceriaan mereka di atas panggung membawakan Tari “Rasa Sayange” menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi diri mereka pribadi, tetapi juga bagi orang tua serta seluruh umat Lingkungan Santo Bartolomeus. Penampilan mereka menjadi bukti bahwa pembinaan iman sejak dini mampu menumbuhkan karakter yang berani, kreatif, dan siap terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.

Kesuksesan penampilan ini tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan dengan serius. Sebelum tampil, kelima anak telah menjalani tiga kali latihan intensif di bawah bimbingan Bernadheta Dwi Novi, mahasiswi Universitas Atma Jaya, yang dengan sabar dan telaten melatih Gea, Joy, Grace, Audra, dan Agni. Latihan dilaksanakan dua kali di rumah keluarga Bonfilio Febri Priyambodo, yang dengan penuh kerelaan menyediakan tempat sekaligus mendukung karena dua anaknya turut ambil bagian dalam pentas tersebut, dan latihan sekali di rumah keluarga Yohanes Trilani Riyadi. Dukungan para orang tua pun patut diapresiasi; dengan penuh kesabaran dan komitmen, mereka mengantar serta mendampingi anak-anak selama proses latihan hingga hari penampilan. Kebersamaan dan kerja sama inilah yang akhirnya membuahkan hasil manis dalam perayaan iman yang penuh sukacita tersebut.

Catatan : Foto dikirim oleh Bonfilio Febri Priyambodo dan FX. Kristyanto Nugroho




