Perayaan Pesta Nama Wil. St. Petrus Damianus Kaltim Berlangsung Semarak

KOMSOS-GMMK 21 Feb 2026. Gerimis masih jatuh satu satu dan diam-diam menyebarkan hawa dingin ketika umat di wilayah St. Petrus Damianus Kaltim mulai berdatangan memasuki arena acara misa perayaan pesta nama St Petrus Damianus, pada hari Sabtu 21 Februari 2026. Misa dan perayaan pesta nama dilaksanakan di open space lingkungan St Elisabeth, Perum Griya Dharma Asri 1, dan dihadiri umat dari 7 lingkungan di bawah naungan Wilayah St Petrus Damianus. Kurang lebih 300 umat hadir dalam acara perayaan pesta nama ini yang dimulai pukul 19.30 dan baru berakhir pukul 21.30.

Acara yang dipandu dengan apik oleh tiga MC yakni Dirgantoro, Maya dan Yudith ini dimulai dengan misa syukur yang dipimpin oleh Rm Yohanes Ngatmo, Pr. Meski ditingkahi hujan yang teramat deras, misa tetap berjalan dengan khusuk. Dalam kotbahnya yang bertema “mengubah airmata menjadi mata air”, Romo Ngatmo mengingatkan bahwa kita secara tak sadar terbiasa menunjuk-nunjuk orang lain alias menyalahkan orang lain, dan kurang melihat diri kita sendiri. Menunjuk-nunjuk orang lain itu tidak baik dan bisa berakibat terciptanya perselihan.

“Kita diingatkan untuk mengubah hal-hal negatif menjadi hal-hal positif. Bacaan kitab suci hari ini mengajak kita semua untuk membangun kebersamaan dengan hal-hal yang positif dalam kasih Tuhan,” ungkap Rm Ngatmo.

Sesudah misa usai, acara dilanjutkan dengan makam bersama sambil menikmati acara hiburan spontanitas yang ditampilkan beberapa umat yang mau menyanyi. Hidangkan nasi kucing, dan minuman teh, kopi, seruni terasa lebih nikmat ketika dinikmati bersama-sama dalam kebersamaan. Yang menarik, umat yang hadir tidak beranjak dari kursi untuk pulang lebih awal. Pertama, ini menandakan kerinduan yang mendalam dari semua umat se-Wilayah St Petrus Damianus untuk saling menyapa dan meneguhkan. Kedua, acara yang diracik oleh seksi acara benar-benar memberikan hiburan yang menarik bagi umat dan mampu melibatkan semua kalangan.

Acara sangat menarik, bervariasi dan menampilkan kreasi seni dari sumbangan 7 lingkungan yang ada. Anak-anak PIA menyanyi dan menari dalam acara gerak dan lagu. Ada pula tampilan drama singkat yang sarat dengan pesan-pesan moral. Tak kalah menariknya, OMK pun menampilkan drama singkat yang mengundang tawa karena gaya dan kostum yang mereka kenakan. Drama ini sekaligus memberi pesan akan Yesus yang bangkit dan menyelamatkan umat manusia. Tak lupa, berbagai doorpize pun dibagikan untuk umat yang beruntung.

Dalam kata sambutannya ketua Wilayah St. Petrus Damianus, Iganitius Wahyu Pujarama, menyampaikan 3 hal. Pertama, dia mengucapkan selamat datang kepada umat yang hadir pada perayaan pesta nama yang barangkali baru pertama kali diadakan setelah sekian lama tidak diadakan. Kedua, Wahyu mengungkapkan apresiasinya atas kerja keras, serta kekompakan panitia dan semua yang terlibat.

“Terima kasih kepada semua panitia dan umat yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan acara pesta nama ini.  Ini sungguh luar biasa,” ujar lelaki yang dikenal ramah ini dan akrap dipanggil Mas Wahyu ini.

Ketiga, lelaki yang tinggal di lingkungan Andreas Bendungan ini memohon dukungan semua pihak karena wilayah St Petrus Damianus diberi mandat untuk menjadi panitia perayaan Paskah tahun 2026.

“Kami mohon kerelaan serta dukungan bapak ibu semua untuk “nyengkuyung”. Apakah bapak ibu siap dan sanggup membantu?,” tanya Wahyu kepada semua yang hadir. Ajakan dari ketua wilayah ini dijawab kompak dengan kata “siap” oleh semua orang.

Malam itu sungguh tercipta suasana kebahagiaan, terasa kental suasana pestanya sekaligus suasana penuh syukur. Semua umat merasa bahagia dalam balutan acara yang meriah dan bermakna. Tentu ini menandakan kerja keras dari panitia serta peran serta yang luar biasa dari para ketua lingkungan, ibu-ibu wilayah, OMK serta seluruh umat yang terlibat.

Diwawancari KOMSOS seusai acara, Robertus Budi Prasetyo, ketua lingkungan FX Gendingsari mengungkapkan rasa bahagianya atas suksesnya acara.

“Sangat berkesan, bagus dan lancar. Harapan saya, tahun depan semoga bisa dilaksanakan lagi. Acara yang paling berkesan ya drama OMK karena anak-anak muda ternyata bisa berkreasi dan kompak. Ini luar biasa,” ujar lelaki yang sering dipanggil Mas Budi sambil tersemyum.  

Hal yang sama diungkakpan Iganitius Wahyu Pujarama yang tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena semua rangkaian acara bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

“Saya senang sekali acaranya lancar dan sukses. Seluruh umat bisa bertemu dari 7 lingkungan yang ada. Umat bisa saling bertemu dan menyapa. Terima kasih buat semua panitia dan tentu juga terima kasih untuk tuan rumahnya,” ujar Wahyu  sambil tertawa renyah.

Pukul 21.30 acara usai. Hujan mulai mereda, tinggal menyisakan rintik hujan yang jatuh tak beraturan. Umat pun bergegas pulang sambil diam-diam menyimpan rasa bahagia di relung hati mereka yang terdalam.  

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *