041 St. Bartolomeus Brintikan: Pembukaan Doa Rosario Lingkungan

Pembukaan Doa Rosario Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2026, bertempat di kediaman keluarga Bonfilio Febri Priyambodo di Dusun Sanan Sidomulyo Brintikan RT 07, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Dalam suasana yang teduh dan penuh kekhusyukan, sebanyak 29 umat, terdiri dari 18 orang dewasa, 7 OMK, dan 4 anak-anak berkumpul membawa kerinduan untuk berjumpa dalam doa, mengawali Bulan Maria dengan hati yang terbuka dan penuh syukur. Dalam pengantarnya, Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, menyampaikan bahwa sepanjang Bulan Maria, doa Rosario akan dilaksanakan secara bergiliran dari rumah ke rumah setiap hari Senin hingga Jumat, sementara hari Sabtu menjadi kesempatan bagi umat untuk berdoa bersama keluarga di rumah masing-masing. Sebuah tradisi sederhana yang sarat makna, meneguhkan iman sekaligus merajut kebersamaan.

Ibadat diawali dengan nyanyian “Mari Muliakan Maria” dari Madah Bakti No. 536 bait pertama dan kedua, yang dipandu oleh Yohanes Pembaptis Sumaryadi, mengalun lembut mengantar umat memasuki suasana doa. Renungan hari pertama kemudian disampaikan oleh FX. Trisno Suroto, mengangkat tema “Ekaristi Menjadi Sumber dan Puncak Hidup yang Membuatku Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” dari buku panduan Keuskupan Agung Semarang. Dalam pendalaman iman yang singkat, Ketua Lingkungan menegaskan bahwa dari Ekaristi mengalir kekuatan, penghiburan, dan inspirasi bagi setiap langkah kehidupan. Ekaristi menjadi puncak dari seluruh karya kasih dan devosi, yang tidak tergantikan oleh bentuk ibadat lainnya, betapapun indahnya peziarahan iman yang dijalani.

Doa Rosario kemudian dipimpin oleh tuan rumah, pasangan Bonfilio Febri Priyambodo dan Cicilia Ayuk Putri Palmaningtyas, dengan merenungkan Peristiwa Sedih yang mengajak umat menyelami sengsara dan wafat Yesus Kristus. Seusai doa, umat kembali melantunkan “Mari Muliakan Maria” bait ketiga dan keempat, sambil mengumpulkan kolekte yang pada malam itu berjumlah Rp.128.000,00, sebagai benih kasih yang akan diwujudkan dalam kegiatan ziarah dan bakti sosial. Malam pun ditutup dalam suasana hangat melalui ramah tamah sederhana, di mana umat menikmati hidangan ringan, berbincang penuh keakraban, serta mendengarkan pengumuman dari Ketua Lingkungan—sebuah penutup yang indah dari perjumpaan yang menyatukan iman, harapan, dan kasih.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *