Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah mengadakan ibadat singkat dan doa Rosario yang diadakan pada Jumat, 22 Mei 2026 bertempat di kediaman Cerelius Etno Triharjanto (Etno) dan Christine Tuti Setyorini (Tuti), Jabung RT 005/RW 002 Kalitirto Berbah Sleman yang dihadiri 23 orang terdiri empat anak – anak, dua OMK, dan 17 dewasa. Ibadat singkat yang berbeda dengan hari Senin – Kamis karena setiap jumat menggunakan bahasa Jawa, mulai dari pemimpin ibadat dalam memulai dari awal hingga akhir, ibadat Rosario, dan Litani Santa Perawan Maria. Ibadat singkat oleh Magdalena Kasih (Kasih), doa Rosario dipimpin oleh Christine Tuti Setyorini (Tuti) dan Litani Santa Perawan Maria dipimpin oleh Josephin Alvita Sintaningtyas (Tyas).

Ibadat singkat dan doa Rosario dimulai dengan lagu pembuka dari buku Kidung Maria Antonius Padua nomor 1 “Ratu Rosario”, membuat Tanda Salib, Prakata singkat dari Magdalena Kasih (Kasih). Ibadat dilanjutkan dengan Tobat, Tuhan Kasihanilah kami, doa pembuka, Pembacaan penyegaran penghayatan Ekaristi hari ke-22 oleh Yakobus Herry Suryanto (Herry) bahwa Adorasi Ekaristi : Keheningan yang Melahirkan Inspirasi. Dalam permenungan tersebut ditegaskan bahwa keheningan Allah menjadi ruang yang luas agar kita meresapi sabda-Nya ke dalam hati dan mengajak kita setia di dalam keheningan-Nya. Selanjutnya doa Rosario dipandu oleh Christine Tuti Setyorini (Tuti). Dalam doa Rosario ada selingan lagu sebelum Peristiwa Ketiga dan Peristiwa Kelima doa Rosario dari buku Kidung Maria dari nomor 5 ”Wanodya Minulya” dan nomor 4 “Kawula Punika”. Setelah doa Rosario selesai dilanjutkan Litani Santa Perawan Maria yang dipimpin oleh Josephin Alvita Sintaningtyas (Tyas), Doa umat, Bapa Kami, Penutup, Berkat Penutup, dan ditutup dengan lagu penutup dari buku Kidung Maria nomor 27 “Ya Namamu Maria”.

Setelah selesai dilanjutkan ramah tamah dan pengumuman serta informasi kegiatan yang akan datang di Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah, Gereja Santo Yusuf Berbah maupun Paroki Maria Marganingsih Kalasan.
“Di tengah kebisingan zaman, mari kita diajak untuk mengambil jalur alternative agar berhenti, duduk, dan hening untuk mendengarkan suara Tuhan dan mau digerakkan oleh-Nya” .

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Nova Ardianti




