Partisipasi umat secara penuh, kesadaran diri seutuhnya, dan peran aktif umat dalam kehidupan menggereja merupakan wujud Gereja Sinodal. Tema ini merupakan topik utama dalam BKL ke-19. Penuh berarti hadir dalam Ekaristi dengan segenap hati dari awal hingga akhir, bukan hanya tubuh kita. Sadar berarti mengerti apa yang kita rayakan dan mengapa kita merayakan. Aktif berarti terlibat sesuai dengan peran dan kemampuan dengan segenap hati.

Pertemuan BKL di hari ke sembilan belas dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2026 di rumah Veronika Enik Sulistiyowati. Enam belas (16) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir hadir pada pertemuan yang dipandu oleh Fabianus Dimas Ariyanto. Diawali dengan ibadat singkat, termasuk ajakan penelitian batin dengan doa tobat, dilanjutkan membacakan teks panduan BKL di hari ke-19. Selanjutnya Dimas menyampaikan, “Saat ini makin banyak umat tidak mau terlibat dalam kegiatan Gereja, baik di lingkungan maupun di paroki. Hal ini dapat dipahami mengingat banyak umat usia produktif yang disibukkan dengan berbagai tugas dan pekerjaan berkaitan dengan pekerjaan.” Namun, tidak dipungkiri pula bahwa masih ada umat yang mau terlibat aktif dalam berbagai tugas Gereja. Sebagai bagian dari Gereja, kita terus dipanggil untuk berperan aktif sesuai dengan tugas dan peran masing-masing, sesuai dengan yang bisa dilakukan umat. Meski kecil, keterlibatan kita dalam kehidupan menggereja sangat berarti bagi diri sendiri maupun bagi Gereja.

Partisipasi penuh, sadar, dan aktif merupakan 3 (tiga) kata kunci pengingat yang akan dimaknai dan dihidupi umat LGAK, baik dalam ber-Ekaristi maupun dalam hidup sehari-hari.





