Sabtu, 13 Juni 2026, menjadi hari yang penuh makna bagi umat Lingkungan St. Bartolomeus Brintikan yang mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas kebersihan dan penataan altar di Gereja Maria Marganingsih Kalasan. Sejak pukul 10.30 WIB, suasana gereja mulai dipenuhi semangat pelayanan dari dua belas umat yang hadir dengan hati gembira dan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, yang dengan penuh perhatian mengarahkan jalannya pelayanan. Dua belas umat yang terlibat terdiri atas empat bapak, tujuh ibu, dan satu Orang Muda Katolik (OMK), yang bersama-sama menghadirkan semangat gotong royong dalam merawat rumah Tuhan. Kehadiran mereka menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan tidak mengenal usia maupun latar belakang, melainkan lahir dari kerinduan untuk memberikan yang terbaik bagi Gereja.

Dengan penuh ketekunan, umat mulai membersihkan berbagai sudut gereja dan area sekitarnya. Suara sapu yang menyentuh lantai, kain lap yang membersihkan bangku-bangku umat, serta pel yang mengilapkan area altar berpadu menjadi harmoni pelayanan yang sederhana namun sarat makna. Sebagian umat menata dan memindahkan pot-pot tanaman yang telah disiapkan pihak gereja agar lingkungan ibadah tampak lebih rapi dan indah. Dalam proses tersebut, pengurus paroki memberikan beberapa arahan penting terkait penataan altar. Pot-pot tanaman yang sebelumnya terpasang di altar tidak lagi digunakan dan harus dikembalikan ke tempat semula, serta tidak diperkenankan diletakkan di sisi maupun di depan altar. Selain itu, mengingat ukuran altar yang relatif terbatas, penataan tanaman perlu disesuaikan agar tidak mengganggu jalannya liturgi. Seluruh dekorasi juga diselaraskan dengan warna liturgi yang berlaku, yaitu hijau, sebagai lambang harapan, pertumbuhan iman, dan perjalanan hidup umat yang senantiasa bertumbuh dalam kasih Tuhan.

Di tengah kesibukan bekerja, semangat persaudaraan dan kekompakan terus terasa. Setiap tugas dijalankan dengan penuh kesadaran bahwa apa yang mereka lakukan bukan sekadar membersihkan bangunan fisik, melainkan juga menjadi wujud penghormatan terhadap tempat kudus yang digunakan umat untuk berjumpa dengan Tuhan. Tepat pukul 12.00 WIB, seluruh kegiatan dihentikan sejenak untuk memanjatkan Doa Malaikat Tuhan yang dipimpin oleh Yohanes Pembaptis Sumaryadi. Dalam suasana hening dan penuh penghayatan, doa tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus penyerahan diri kepada Allah atas segala karya pelayanan yang telah dijalankan. Momen doa bersama ini semakin memperteguh kesadaran bahwa setiap pekerjaan, sekecil apa pun, akan menjadi persembahan yang berkenan apabila dilakukan dengan kasih dan ketulusan hati.

Setelah seluruh tugas selesai dilaksanakan, umat menikmati waktu istirahat bersama sambil menyantap makanan ringan dan menyeruput teh hangat yang disediakan oleh seksi konsumsi lingkungan. Kehangatan kebersamaan yang terjalin selama pelayanan menambah sukacita di hati setiap peserta. Sekitar pukul 12.30 WIB, mereka pun kembali ke rumah masing-masing dengan rasa syukur dan kebahagiaan karena telah menyelesaikan tugas yang dipercayakan dengan baik. Semangat pelayanan yang ditunjukkan umat Lingkungan St. Bartolomeus Brintikan menjadi teladan indah tentang arti pengorbanan, kebersamaan, dan cinta terhadap Gereja. Semoga ketulusan mereka menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus menjaga kebersihan, keindahan, dan kesakralan rumah Tuhan, sehingga setiap orang yang datang dapat merasakan suasana ibadah yang nyaman, damai, dan semakin menuntun hati untuk berjumpa dengan kasih Allah yang tak berkesudahan.
Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati




