Pada Rabu malam, 22 Juli 2026, umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan bersama keluarga, kerabat, dan umat dari Wilayah Santo Petrus Damianus Kalasan Timur berkumpul di kediaman Theresia Eva Haryanti, Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, untuk mengikuti Misa Arwah mengenang genap 100 hari berpulangnya Marcelinus Yunanto ke pangkuan Bapa di Surga. Sebanyak 110 umat hadir dalam perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat sebagai ungkapan kasih, penghormatan, dan dukungan doa bagi almarhum agar memperoleh damai abadi dalam kerahiman Allah.

Perayaan Ekaristi dimulai tepat pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Rm. Ignatius Fajar Kristianto, Pr., didampingi dua prodiakon Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, yaitu FX. Risang Baskara dan Clara Henny. Suasana doa semakin syahdu melalui lantunan lagu-lagu liturgi, antara lain lagu pembuka “Ya Tuhan, Pandang Hamba-Mu”, lagu antarbacaan “Aku Datang Pada-Mu”, lagu komuni “Tuntun Aku, Tuhan Allah”, dan lagu penutup “Bersoraklah, Umat Kristus”. Bacaan pertama diambil dari Kitab Nabi Yesaya 49:8–10 yang mewartakan janji Allah untuk menyelamatkan, membebaskan, dan menuntun umat-Nya, sedangkan Injil Yohanes bab 20 mengisahkan kebangkitan Yesus Kristus sebagai penggenapan janji keselamatan Allah. Melalui kedua bacaan tersebut, umat diajak meneguhkan iman bahwa Kristus telah mengalahkan dosa dan maut, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki harapan akan kehidupan kekal.

Doa arwah pada hari ke-100 merupakan salah satu ungkapan iman Gereja akan belas kasih dan kerahiman Allah bagi saudara-saudari yang telah mendahului kita. Dalam perayaan ini, umat bersama-sama memohon agar Tuhan berkenan memurnikan almarhum Marcelinus Yunanto dari segala kelemahan manusiawinya dan menganugerahinya istirahat kekal dalam sukacita surga. Sebagai penutup misa, Romo Fajar memberkati bunga tabur yang akan dibawa keluarga untuk ziarah kubur keesokan harinya. Seusai menerima berkat penutup, umat tidak langsung beranjak pulang, melainkan menikmati hidangan yang telah disediakan keluarga sambil berbincang dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata bahwa kasih Kristus tetap mempersatukan umat, sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan pengharapan bahwa perpisahan di dunia bukanlah akhir, melainkan awal menuju kehidupan kekal bersama Tuhan.

Catatan : Foto dikirim oleh Hilarius Yudi Lasyanto




