Pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2026 Umat Lingkungan Yohanes Rasul kembali berkumpul untuk melaksanakan Ibadat Jumat Pertama . Ibadat diselenggarakan di rumah keluarga AM Sajarwadi, Perumahan Purwomartani Baru Blok A Nomor 6 dimulai tepat pukul 19.00 WIB, dan diikuti 14 umat.
Pemimpin ibadat malam ini adalah Prodiakon Diar Puji Oktavian. Dalam homilinya, pria yang biasa dipanggil Diar ini mengajak umat untuk melakukan refleksi . Apakah pada saat kita dilanda masalah dan badai yang bertubi tubi, kita menjadi goyah, mulai meragukan kehadiran Allah, menuntut bukti dan kepastian? Ternyata kita harus mengakui bahwa sering ada sosok Thomas dalam diri kita.

Namun, menjadi seperti Thomas bukanlah sebuah akhir dari segalanya. Thomas tetap gigih dalam imannya. Meski sedang terombang-ambing oleh badai kedukaan, ia tidak menyerah. Ia tidak meninggalkan komunitas para murid, namun ia tetap bertahan di sana, menunggu dengan tekun sampai ia berjumpa sendiri secara pribadi dengan Yesus.
Diar menyampaikan,“Hidup kita adalah sebuah peziarahan. Namun Tuhan tidak pernah menuntut kita untuk menjadi yang paling cepat dalam iman. Tuhan melihat ketekunan kita untuk tidak menyerah di tengah jalan. Siapa yang tetap bertahan, tetap melangkah bersama komunitas meskipun tertatih-tatih, dialah yang pasti akan diselamatkan dan dihantarkan sampai ke tujuan akhir perziarahan. Demikianlah ketika Tuhan Yesus melihat Thomas yang tertinggal di belakang karena ragu, Yesus tidak datang untuk memarahi atau membuangnya. Yesus justru datang menghampiri Thomas secara khusus. Yesus menjemput ketekunan Thomas, menggandeng tangannya, hingga akhirnya Thomas mengalami pertobatan yang luar biasa dan berseru, Ya Tuhanku dan Allahku!”

Dalam Ibadat Jumat Pertama ini Umat juga mendaraskan Doa Litani Sakramen Maha Kudus. Setelah Ibadat selesai dilanjutkan dengan ramah tamah. Kegiatan diakhiri pukul 20.30 WIB. Umat kembali ke rumah masing-masing membawa pengalaman indah Thomas untuk menjadi peziarah iman yang gigih.
Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Veronica Nur Hardiyani




