401 St. Benediktus Perum Pertamina: Ibadat Lingkungan : Menjaga Keseimbangan Tubuh dan Jiwa

Lingkungan Benediktus Komperta mengadakan ibadat dan doa lingkungan pada hari Kamis, 2 Juli 2026 pukul 19.00 WIB di rumah keluarga A. Sukidjodiantoro. Pertemuan hari ini dipimpin oleh petugas dari kelompok 1, E. Suhari dan FX. Sudarsono. Kurang lebih 19 umat yang hadir dalam pertemuan kali ini. 

Pertemuan pada malam tersebut dibuka dengan lagu pembuka dari Madah Bakti No. 164 “Di Sanggar Maha Suci” yang dipimpin oleh FX. Sudarsono dan dilanjutkan dengan doa pembuka. Bacaan Injil pada malam tersebut diambil dari Matius 9:1-8 perihal “Orang lumpuh disembuhkan”. 

Berdasarkan bacaan pada hari tersebut, E. Suhari dalam homilinya bertanya pada umat yang hadir, “Bapak, ibu sekalian, siapa yang belum pernah sakit?” 

Menurutnya, sakit ada dua jenis, yaitu sakit fisik dan juga sakit batiniah. Kita sebagai manusia tidak akan lepas dari yang namanya sakit, karena kita adalah manusia. Kalau kita sebagai Tuhan Yesus, tentu tidak pernah sakit. Maka berbahagialah kita yang saat ini masih sehat. 

“Tapi jangan berbangga diri, toh saya sehat, saya bisa jalan kaki setiap hari. Jangan. Ini adalah satu syarat supaya menjadi sehat. Karena Tuhan tidak melarang olahraga, minum jamu. Tuhan tidak pernah melarang usaha manusia untuk kebaikan – kesehatan,” ujar E. Suhari.

Ada ungkapan yang menyatakan jika seseorang merasa sakit pada fisik (badan), jiwanya juga ikut sakit. Sesungguhnya, Tuhan tidak ingin melihat manusia sakit, terlebih sakit jiwanya. Meskipun demikian, sebagai manusia kita harus selalu siap menghadapi penderitaan apa pun, karena kita percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.

“Oleh karena itu marilah kita sebagai umat manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan, kita mencoba memelihara tubuh dan juga memelihara jiwa kita dengan seimbang, agar kita senantiasa bersyukur dalam hidup dan senantiasa memuliakan Allah dalam hidup kita setiap hari,” kata E. Suhari seraya menutup homili.

Ibadat dilanjutkan dengan doa umat, doa mohon pertolongan Bunda Maria bagi pembangunan gereja dan kawasan terpadu Kalasan, dan diakhiri dengan lagu penutup dari Madah Bakti No. 305 “Niatan Bakti”.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Catharina Novia C

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *