0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Mewujudkan 8 Sabda Bahagia

Lorong-lorong kampung Kaliajir terasa hening. Keheningan malam yang dingin mengundang sebagian besar warga kampung untuk menutup pintu dan meringkuk di balik hangatnya ruangan. Namun, tidak demikian dengan empat belas (14) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir yang justru membangun niat melawan dinginnya malam untuk berkumpul dalam pendalaman iman di rumah Agens Wiwik Astuti, Kaliajir Kidul. Tepatnya pada hari Kamis, 9 Juli 2026 pukul 19.00 WIB.

Theovilus Suwarto mengajak umat yang hadir untuk membuka pendalaman iman dengan kidung pendahulu dari Madah Bhakti, sebelum prodiakon Theresia Yuliastutie mengawalinya dengan membuat tanda kemenangan. Kekhusyukan umat yang hadir makin terbangun saat prodiakon mengajak umat untuk meneliti batin dengan doa tobat agar pantas mendengar dan merenungkan sabda Tuhan dari Injil Matius 10: 7-15 ‘Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma maka berilah pula dengan cuma-cuma. Yesus mengutus murid murid-Nya untuk pergi memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit. Murid-murid-Nya diminta untuk memberi secara cuma-cuma karena mereka juga telah menerima kasih dan kuasa dari Tuhan secara cuma cuma. Yesus mengingatkan mereka bahwa tidak semua orang akan menerima mereka dengan baik, dan jika ada rumah atau kota yang menolak mereka, mereka harus pergi dan menebarkan kedamaian di tempat lain.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita merasa enggan untuk berbagi kasih Tuhan dengan orang lain, terutama jika kita merasa akan ditolak atau tidak dihargai. Namun, Yesus mengingatkan kita  bahwa tugas kita adalah utk memberikan dengan tulus dan tanpa pamrih. Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk menerima kabar baik, tetapi kita bisa melanjutkan misi Tuhan dengan hati yang penuh kasih dan ketulusan. Bunda Teresa dari Kalkuta meneguhkan dan mengingatkan kita agar kita setia melakukan hal kecil dengan cinta yang besar.

Injil hari ini juga mengingatkan kita untuk merenungkan kembali Injil Matius 5: 3-12 tentang delapan (8) Sabda Bahagia. Kita harus terus belajar untuk miskin di hadapan Allah, memaknai artinya berdukacita dalam Allah, bersikap lemah lembut, selalu lapar dan haus akan kebenaran, terus belajar menjadi murah hati (berbelas kasihan), terus berusaha agar memiliki hati yang suci hatinya, membawa kedamaian, dan tidak takut dianiya oleh sebab kebenaran.

Tidak banyak umat yang hadir dalam pendalaman iman, tetapi tidak mengurangi kualitas pertemuan dan semua umat terlibat dalam sharing iman. Setelah ditutup dengan memohon berkat dari Tuhan, umat masih melanjutkan bincang-bincang akrab yang menghangatkan suasana malam yang makin dingin. Semoga Tuhan senantiasa menyertai umat untuk terus belajar memberi dan berbagi dengan hati yang tulus, tanpa syarat, serta mampu membawa kedamaian dan kasih Tuhan kepada semua orang tanpa  mengenal batas.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *