Sebagai ungkapan syukur dan doa mengenang dua tahun berpulangnya almarhum Ignatius Dewanto ke Rumah Bapa, keluarga Valentina Prapti Hardjanti menyelenggarakan Misa Memule pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 19.00 WIB. Perayaan Ekaristi dilaksanakan di kediaman keluarga di Perumahan Griya Ledhok Asri, Sanan Sidomulyo Brintikan RT 06, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Misa dipimpin oleh Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr., didampingi dua prodiakon Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, yaitu FX Risang Baskara dan Clara Henny. Perayaan ini diikuti sekitar 90 umat yang terdiri atas keluarga besar, umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, serta para tamu undangan.
Sebelum perayaan dimulai, Ketua Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, Hilarius Yudi Lasyanto, mewakili keluarga menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh umat yang telah berkenan hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhum Ignatius Dewanto.

Perayaan Ekaristi diawali dengan lagu pembuka “Dengan Gembira” (Puji Syukur No. 330). Mazmur tanggapan mengangkat refrein, “Kurenungkan, kuresapkan sabda-Mu ya Tuhan, dan bimbinglah kami Tuhan hidup seturut sabda-Mu.” Bacaan pertama diambil dari Kitab Nabi Yeremia, sedangkan bacaan Injil diambil dari Injil Matius yang mengisahkan perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi.
Dalam bacaan tersebut, umat diajak merenungkan makna kedua perumpamaan tersebut. Biji sesawi dan ragi memang tampak kecil dan sederhana, bahkan sering kali dianggap tidak berarti. Namun, justru dari hal-hal kecil itulah lahir perubahan yang besar. Melalui Sabda Tuhan ini, umat diajak untuk tidak meremehkan setiap tindakan kasih yang sederhana, seperti memberikan senyum yang tulus, menyapa sesama dengan ramah, membantu tetangga, mendoakan orang sakit, maupun melayani dalam berbagai kegiatan lingkungan. Tindakan-tindakan sederhana tersebut merupakan benih-benih Kerajaan Allah yang mampu membawa perubahan bagi banyak orang.
Suasana perayaan semakin khidmat dengan lagu persembahan “Karena Aku Kau Cinta”, sementara lagu komuni yang dinyanyikan adalah “Jadikan Hatiku Istana Cinta-Mu.” Pada kesempatan tersebut, Romo Dadang juga memberkati bunga tabur yang akan digunakan keluarga sebagai ungkapan penghormatan dan doa bagi almarhum yang akan ditaburkan di pusara makam keesokan harinya.

Dalam kesempatan tersebut terkumpul uang kolekte sebanyak Rp. 331.000,- yang akan dipakai untuk keperluan seminari. Perayaan Ekaristi ditutup dengan lagu “Sungguh Indah Rumah-Mu Tuhan” (Puji Syukur No. 333). Setelah menerima berkat penutup, seluruh umat mengikuti ramah tamah dan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh keluarga. Kebersamaan dalam doa dan persekutuan ini menjadi wujud nyata iman serta pengharapan akan kehidupan kekal, sekaligus menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Catatan : Foto dikirim oleh Bonfilio Febri Priyambodo




