041 St. Bartolomeus Brintikan: Iman Menjadi Daya untuk Merawat Martabat Manusia

Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan menyelenggarakan Sarasehan Katakese Kebangsaan Kedua pada Kamis malam, 20 Agustus 2026 pukul 18.30 WIB bertempat di kediaman  Anastasia Esti Endahingsih, Dusun Brintikan RT. 03 Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Kegiatan yang diikuti oleh lima belas umat ini dipandu oleh Prodiakon F.X. Risang Baskara. Sarasehan menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memahami bahwa iman Katolik tidak hanya dihayati dalam kehidupan menggereja, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sarasehan Kebangsaan Kedua ini mengangkat tema “Tanah Air Di sana, Dimana Ada Cinta dan Kedekatan Hati” dengan Subtema ‘Iman Menjadi Daya untuk Merawat Martabat Manusia.” Sarasehan dibuka  dengan tanda salib dan salam. “Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari terkasih di Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, cinta tanah air sejati tidak hanya berhenti pada kata-kata, upacara, atau menyanyi lagu kebangsaan saja. Cinta tanah air yang nyata harus berbuah dalam keberpihakan kepada sesama manusia, terutama rakyat kecil, mereka yang sakit, lemah, dan tersingkir. Hari ini kita belajar dari teladan Romo Y.B. Mangunwijaya dan Sabda Yesus tentang Orang Samaria yang Baik hati, agar iman kita di lingkungan ini menjadi kekuatan untuk merawat martabat sesama”, demikian Risang dalam pengantar singkatnya.

Setelah Doa Pembuka dilanjutkan dengan membaca sabda Allah dari Injil Lukas 10:25-37 tentang Orang Samaria yang Murah Hati. Ada tiga pokok inspirasi dari Romo Mangunwijaya yang bisa kita teladani. Pertama, Titik Balik Pengabdian. Romo Mangun muda menyadari derita mendalam rakyat kecil saat perang kemerdekaan. Kesadaran inilah yang membawanya memilih jalan imamat – bukan untuk mencari kenyamanan, melainkan untuk melayani dan mengangkat martabat manusia. Kedua, Memanusiakan Sesama. Bagi Romo Mangun, rakyat miskin tidak hanya butuh sekedar belas kasihan, melainkan harga diri dan martabat (nyata dalam pendampingan warga pinggir Kali Code, pembelaan warga Kedung Ombo, dan pendidikan anak-anak). Ketiga, Altar menyatu dengan hidup. Doa dan Ekaristi di gereja harus mengalir menjadi kepekaan, persaudaraan (srawung), dan solidaritas nyata di tengah masyarakat.

Pemandu mengajak umat dialog dan pendalaman iman. Sebagai bagian dari keluarga besar Paroki marganingsih Kalasan, kita bernaung dibawah teladan Bunda Maria – Marganingsih – yang artinya “Jalan Kerahiman dan Kasih Allah”. Kita dipanggil menjadi jalan kasih dan jalan berkah Allah bagi bumi Kalasan. Terlebih di bawah naungan pelindung Wilayah Santo Petrus Damianus yang tekun memperbarui kehidupan jemaat, dan Lingkungan kita Santo Bartolomeus, seorang rasul yang dipuji Yesus karena ketulusan hatinya. 

Selanjutnya pemandu mengajak perwakilan umat untuk berbagi cerita dan pengalaman melihat realitas di sekitar kita dengan membuka mata dan hati yang peka terhadap tetangga kita yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Umat juga diajak merefleksi kehadiran kita sebagai Gereja yang srawung dan menginspirasi sehingga kehadiran kita sungguh dirasakan dampak positifnya di tengah masyarakat Brintikan. Pemandu juga mengajak umat dengan langkah konkret lingkungan sebagai Aksi Menyejahterakan dan Merawat Martabat, seperti mengagendakan kunjungan berkala kepada warga lansia atau sakit, tanpa memandang agama dan kepercayaan, juga meningkatkan keterlibatan aktif umat dalam kegiatan kemasyarakatan di RT/Dusun sebagai cermin iman yang membumi.

Setelah dialog dan pendalaman iman, acara dilanjutkan dengan Doa Umat, doa Bapa Kami, serta Doa Penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Sarasehan kemudian ditutup dengan ramah tamah sambil menikmati teh hangat dan hidangan sederhana yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Umat kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang diteguhkan, membawa damai, sukacita, dan semangat untuk terus mewujudkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *