Seratus persen (100%) Katolik, 100% Indonesia sebagaimana moto Mgr. Soegijapranata dalam bernegara menjadi landasan utama dilaksanakannya katekese kebangsaan di Keuskupan Agung Semarang. Hal ini telah berjalan beberapa periode bertepatan dengan perayaan hari Kemerdekaan RI.

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2026 pukul tujuh (7) malam, dua puluh dua (22) umat menghadiri Pendalaman Iman rutin yang diisi dengan Katekese Kebangsaan. Pertemuan dilaksanakan di rumah Theresia Sumartini atau akrab disapa bu Nanik, yang selalu hangat menyambut umat yang hadir. Tema katekese kebangsaan kedua adalah tanah air ada di sana, di mana ada cinta dan kedekatan hati. Pertemuan dipandu oleh prodiakon Theresia Yuliastutie. Untuk memperdalam tema yang kedua ini, umat diajak mendengar dan merefleksikan Injil Lukas 10 ayat 25 sampai dengan ayat 37 tentang kisah Orang Samaria yang Baik Hati. Dalam kisah orang Samaria yang baik hati, tokoh mana yang paling sering mencerminkan sikap umat LGAK, orang yang lewat begitu saja atau orang yang berhenti dan menolong? Kedua sikap ini pernah dialami dan dilakukan oleh umat. Masing-masing sikap dilatarbelakangi pengalaman yang membuat umat harus bersikap demikian. Seiring berjalannya waktu dan seiring makin seringnya umat bertemu dalam pendalaman iman, sikap yang seharusnya diambil makin dimurnikan.

Permurnian sikap, sebagaimana diteladankan oleh orang Samaria, melahirkan umat LGAK yang terus belajar untuk srawung, peduli, dan hadir di tengah-tengah Masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya umat LGAK yang terlibat dalam kegiatan kampung, baik di RT, RW, Padukuhan, maupun Kalurahan. Beberapa di antaranya memiliki jabatan strategis dan dapat menjadi garam di tengah komunitas Masyarakat.





