Umat Katolik kembali memasuki bulan September, bulan yang identik sebagai Bulan Kitab Suci Nasional. BKSN tahun 2026 Keuskupan Agung Semarang kali ini mengambil tema ‘Yesus Guru yang Penuh Kuasa – Wajah Yesus dalam Injil Matius’. Tema ini mengajak umat Katolik untuk makin mengenal pribadi Yesus yang mengajar murid-murid-Nya dengan kewibawaan, menghadirkan Kerajaan Allah melalui kasih, keadilan, belas kasih, dan pengabdian kepada sesama. Hal ini sejalan dengan ARDAS IX KAS yang mengajak seluruh umat untuk terus membangun Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Pertemuan BKSN pertama tahun 2026 di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir dilaksanakan pada hari Kamis, 3 September di rumah keluarga Agnes Sumarwi. Dua puluh tiga (23) umat hadir pada pertemuan BKSN pertama dengan tema: Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Bahagia. Fabianus Dimas Ariyanto selaku pemimpin pertemuan, mengajak umat untuk mengawalinya dengan menyanyikan lagu Aku Bahagia dipandu Theovilus Suwarto. Pertemuan pertama mengambil inspirasi dari Injil Matius bab 5 ayat 1-12 tentang delapan Sabda Bahagia.

Mengawali pendalaman tentang kebahagiaan, Dimas memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengungkapkan rasa bahagia atas pengalaman yang membahagiakan. Anak Kesya, anak Ave, dan anak Nea mengungkapkan bahwa mereka bahagia ketika naik kelas, ketika diberi uang oleh orang tua, ketika boleh bermain sepuasnya bersama teman-teman. Rasa bahagia yang dirasakan anak-anak adalah murni, tanpa beban, dan tidak mengharapkan imbalan. Kebahagiaan yang sederhana tetapi sangat bermakna. Spontan keluar dari dalam hati, tanpa beban, dan tanpa syarat. Ketika Dimas memberi kesempatan kepada orang tua, maka kebahagiaan yang dirasakan lebih merupakan proses pergumulan iman yang tidak secara spontan ditemukan dalam hidup sehari-hari. Bukan sesuatu yang salah, tetapi harus dipikirkan lebih dahulu sebelum diungkapkan. Bagi orang tua, makna kebahagiaan yang dialami bisa berbeda dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh anak-anak.

Pada akhir pertemuan, umat yang hadir diajak mendaraskah doa penutup bersama-sama. Umat diajak bersyukur atas sabda yang telah kita dengar dan resapkan. Sabda yang meneguhkan untuk memperbarui sikap hati dan menata kembali cara hidup kita sebagai murid Kristus.




