044 St. Petrus Damianus Taman Selatan: BKSN Pertama : Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Bahagia

Pada Senin, 7 September 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Keluarga Maryono, Blok Randugunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, umat Lingkungan Petrus Damianus mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pembuka rangkaian Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang pertama. Acara dipandu oleh Andry Sebastian selaku Prodiakon dan diikuti sekitar 43 umat.

Pertemuan diawali dengan kegiatan rutin lingkungan, meliputi iuran, prolenan, dana pendidikan, dan TCK (Tabungan Cinta Kasih) yang masing-masing telah dikelola oleh para penanggung jawab. Setelah rangkaian kegiatan rutin selesai, acara dilanjutkan dengan ibadah dan sarasehan BKSN.

Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) merupakan tradisi tahunan Gereja Katolik di Indonesia yang diselenggarakan sepanjang bulan September. Melalui kegiatan BKSN, umat diajak untuk semakin mengenal, mendalami, dan menghayati Sabda Allah serta mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pertemuan dan sarasehan ini, umat Lingkungan Petrus Damianus diharapkan semakin dekat dengan Kitab Suci dan mampu menjadikan Sabda Allah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan beriman.

Pertemuan ini menjadi sarana bagi umat lingkungan untuk berkumpul, berdoa, berbagi pengalaman iman (sharing), serta mempererat tali persaudaraan dalam terang Injil. Dalam sesi sharing, umat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan pemikiran pribadi secara terbuka. Beragamnya pendapat yang muncul menjadi bagian dari dinamika bersama, bukan untuk menentukan siapa yang benar atau salah, melainkan sebagai ruang untuk saling mendengarkan, memahami, dan memperkaya pengalaman iman satu sama lain.

Tema “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Bahagia” menjadi landasan awal bagi umat untuk memahami kebahagiaan sebagaimana diajarkan oleh Yesus. Melalui permenungan ini, umat diajak untuk melihat kebahagiaan bukan semata-mata dari sudut pandang duniawi, tetapi dari perspektif iman dan Sabda Allah. Tema tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk memasuki tema-tema perenungan BKSN pada pertemuan-pertemuan berikutnya sepanjang bulan September.

Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati  tidak diukur dari kekayaan materi, status, atau kenyamanan duniawi, melainkan dari kemurnian hati, kerendahan hati, keheningan batin, dan kehausan akan kebenaran Allah.  Menjadi ajakan bagi umat lingkungan untuk memperbarui nilai-nilai hidup sehari-hari agar bersesuaian dengan semangat Injil—seperti menjadi pembawa damai, murah hati, dan tabah dalam menghadapi tantangan iman.  Mengajak umat untuk mewujudkan “hidup bahagia” tersebut secara nyata dalam tindakan belaskasih dan persaudaraan yang erat di tengah keluarga serta masyarakat lingkungan. 

Suasana pertemuan malam itu terasa hangat dan penuh sukacita. Sesi sharing berlangsung hidup, dengan umat saling berbagi pengalaman, kebahagiaan, serta memberikan peneguhan satu sama lain. Kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa sukacita yang diterima tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga dipanggil untuk dibagikan kepada sesama.

Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB dan ditutup dengan suasana penuh keakraban sambil menikmati seruni hangat dan camilan yang telah disediakan oleh Keluarga Maryono. Kebersamaan sederhana tersebut menjadi penutup yang manis bagi pertemuan sekaligus menguatkan semangat umat untuk terus bertumbuh dalam iman dan persaudaraan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Chatarina Lusi

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *