Pada hari kedua di bulan Oktober, tepatnya pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir kembali berkumpul untuk berdoa Rosario bersama. Kali ini di rumah keluarga Theovilus Suwarto di Kaliajir Lor, berdekatan dengan lapangan volley yang sedang sepi.

Dua puluh satu (21) umat telah hadir sebelum pukul tujuh, sehingga tepat pukul 19.00 WIB ibadat dan doa Rosario dapat dimulai. Sebelum rangkaian ibadat dimulai, RB Maryanto selaku ketua lingkungan memberikan salam pembuka bagi tuan rumah dan umat yang hadir. Waktu berikutnya diserahkan kepada Lambert Tallulembang untuk mengawali ibadat Rosario dengan doa pembuka. Selanjutnya, prodiakon RB Ari Purnomo mengawali ibadat dengan mengajak umat untuk meneliti batin dan bertobat agar layak menghadap Tuhan bersama Bunda Maria. Ibadat ini mengajak umat yang hadir untuk memasuki keheningan dalam suasana doa.

Gereja Katolik percaya bahwa Bunda Maria adalah perantara sumber pengharapan yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya. Dalam beberapa peristiwa, devosi kepada Bunda Maria kerap kali mengabulkan permohonan dan memberikan jalan keular di tengah kebuntuan hidup. Kesucian Bunda Maria pula yang membawanya menjadi salah satu pribadi yang amat sangat dihormati di antara orang kudus setelah Yesus Kristus sendiri. Doa Rosario memiliki empat peristiwa yang memiliki makna masing-masing yaitu peristiwa Gembira, peristiwa Sedih, peristiwa mulia, dan peristiwa Terang.
Umat LGAK berkomitmen mendaraskan doa Rosario bersama selama bulan Oktober sebagai penghormatan kepada Bunda Maria dan bersama Bunda Maria memuliakan Tuhan Yesus yang telah memilihnya sebagai ibu-Nya.




