Salam BIS,” ujar Agustina Ganik Nurmawati. “Bahagia, Inspirasi, Sejahtera,” sahut umat Lingkungan Ignatius Loyola Wilayah Theodosius Cupuwatu. Salam ini merupakan sapaan khas yang selalu digunakan untuk mengawali setiap pertemuan di Lingkungan Ignatius Loyola.
Pertemuan doa lingkungan hari Jumat, 17 April 2026 dilaksanakan di rumah Paschalis Andy Iswianto . Doa lingkungan dipandu oleh Martina Sri Gunanti ini tepat dimulai pukul 19.00 WIB dalam suasana yang penuh sukacita dari 22 umat yang hadir. Lilin sudah menyala di meja beralaskan kain putih dan nyanyian pembuka sudah dilantunkan, umat mulai masuk dalam keheningan, memusatkan hati dalam ruang perjumpaan untuk mendengarkan sabda Tuhan dari Injil Yohanes 6 : 1-15 . Setiap kata yang terdengar bagaikan tetesan air yang menyejukkan bagi jiwa – jiwa merindukan Tuhannya.

Dalam renungannya Martina Sri Gunanti mengatakan bahwa Yesus mengajarkan kepada kita tentang berbagi dan kerelaan hati. Lima roti jelai dan dua ikan yang diberkati Yesus mampu memberi makan lebih dari 5.000 orang.Yesus selalu memperhatikan hidup umatNya , baik secara rohani dan jasmani. Roti dan ikan dari seorang anak kecil yang menunjukkan bahwa keiklasan hati bisa menjadi berkat bagi sesama dan kasih setia Yesus ini selalu ada untuk memelihara hidup umatNya. Bacaan Injil ini juga menjadi semangat umat Lingkungan Ignatius Loyola untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, sesuai ARDAS IX Keuskupan Agung Semarang yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari hari dengan berbagi terhadap sesama yang membutuhkan.
Setelah mendengarkan renungan, ibadat doa lingkungan dilanjutkan dengan Doa Umat, Doa ARDAS IX, serta Doa Mohon Pertolongan Bunda Maria bagi terwujudnya Kawasan Terpadu Kalasan. Rangkaian doa ini menjadi ungkapan iman dan harapan umat agar setiap niat dan rencana dapat berjalan sesuai kehendak Tuhan.

Sebagai penutup ibadat, umat bersama-sama menyanyikan lagu penutup yang menambah suasana khidmat dan penuh syukur. Kebersamaan dalam doa semakin mempererat persaudaraan serta meneguhkan semangat pelayanan di lingkungan.
Setelah rangkaian doa selesai, pertemuan dilanjutkan dengan kegiatan administrasi dan kebersamaan, yaitu arisan serta PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi), sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan umat.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Gabriel Maria Maharani Ayu




