016 Lingkungan St. Yakobus Juwangen: Pertemuan Adven II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi

Pada hari Kamis, 4 Desember 2025 segenap umat Lingkungan St. Yakobus Kalasan Barat mengikuti pertemuan Adven yang ke-2 di rumah keluarga Mugiyono. Pertemuan Adven ke-2 ini dipandu oleh Hastuti yang mengajak segenap umat untuk berdinamika bersama dengan media kertas dan spidol. Petunjuknya sederhana, yaitu secara bergantian, setiap umat akan mendapat giliran untuk menggambar sebuah bentuk (garis, lingkaran, dsb.) pada selembar kertas. Dari orang pertama hingga orang terakhir kemudian terlihat sebuah bentuk, yang mungkin terlihat seperti rangkaian gambar abstrak, tetapi semuanya sepakat bahwa gambar di kertas itu terdiri dari potret seseorang, sepasang gunung dengan mataharinya, sebuah awan, dan sebuah salib. Tidak mudah ternyata untuk menginterpretasikan rangkaian bentuk yang telah digambar oleh orang pertama, dst. Sehingga terkadang apa yang kita gambar dan kita harapkan agar orang lain menggambar sesuai dengan keinginan kita itu adalah hal yang sulit. Mungkin saja dalam diri kita masing-masing memiliki perasaan, “Kok, gambarnya jadi seperti ini ya?”

Di sinilah, Hastuti kembali mengajak partisipasi semua umat yang hadir untuk berbagi pandangan dari pertanyaan panduan. Berbagai pandangan muncul, mulai dari pemaknaan gambar yang dihubungkan dengan kerja sama dan partisipasi semua umat gereja dalam membangun persekutuan, atau kertas kosong yang mulai terisi rangkaian gambar yang dihubungkan dengan bagaimana manusia polos membentuk dirinya dari dinamikanya dengan lingkungan sosial, atau pemaknaan bahwa setiap dari kita memiliki beragam perbedaan perspektif dan harapan yang kemudian saling melengkapi, atau pemaknaan bahwa sekecil apa pun kontribusi kita di lingkungan sosial tetap sangat berharga, dan lain sebagainya. Beragam pemaknaan untuk sebuah gambar yang dirangkai bersama-sama – sungguh menarik.

Mengutip dari Buku Panduan Adven Lingkungan 2025, melalui kegiatan ini, kita ternyata dapat mengubah kekosongan (kertas kosong) menjadi sesuatu yang lebih bermakna. Ini adalah gambaran tentang bagaimana setiap orang dalam sebuah komunitas (atau Gereja) memiliki peran penting untuk saling mengisi kekosongan, yang dapat berawal dari peran kecil, namun saling menginspirasi hingga menciptakan sebuah cerita yang utuh. Kembali lagi pada tema pertemuan Adven kedua ini, yaitu ‘Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi’, yang mana tema ini adalah “sebuah panggilan untuk kembali kepada esensi Gereja perdana: sebuah komunitas yang bersatu, yang saling menguatkan, dan yang diutus untuk menjadi saksi kasih Kristus yang hidup bagi dunia”. Setiap dari kita memiliki tempat dan peran penting dalam perjalanan iman kita masing-masing dan iman Gereja. Kita tidaklah berjalan sendirian, tetapi saling mendukung, mendengarkan, dan belajar dari pengalaman satu sama lain.

Catatan: Tulisan oleh F.X. Satrio Prihantoro, foto oleh Ag. Eko Yunianto dan Ch. L. Suwarni.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *