“… Lalu Elkana, suami Hana, pergi dengan seisi rumahnya untuk mempersembahkan kurban sembelihan tahunan dan kurban nazar kepada Tuhan” (1Sam 1: 21). Umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir pun diberi kesempatan untuk mempersembahkan diri dalam pelayanan kepada Tuhan sesuai talenta masing-masing. Tidak kurang dari lima belas (15) umat lingkungan pada hari Minggu, 29 Desember 2024 diperkenankan terlibat dalam pelayanan pada tugas tata laksana di Gereja Santo Yusup Berbah. RB Maryanto mendapat bagian dalam pelayanan sebagai Prodiakon di penghujung tugasnya di Gereja Santo Yusup Berbah. Sementara itu, Yohanes Baptista Topo Kusnandar, Theresia Yuliastutie, dan RB Sarbini Ari Purnomo pada hari yang sama dilantik menjadi Prodiakon di Gereja Marganingsih Kalasan oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Perayaan Ekaristi pada hari pesta Keluarga Kudus ini dipersembahkan oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr. pada pukul 08.30 WIB. Sebagian umat yang bertugas dalam tata laksana sudah siap di gereja sebelum pukul 08.00 WIB. Dengan segenap hati mereka menyambut umat yang hadir dan mempersilakan masuk ke dalam gereja. Cuaca tidak terlalu cerah, bahkan sempat gerimis sebelum misa dimulai, tetapi tidak mengurangi semangat umat untuk mengikuti Perayaan Ekaristi.

Tugas tata laksana dapat berjalan dengan baik. Diawali dengan tugas membersihkan gereja sehari sebelumnya, yaitu pada hari Sabtu, 28 Desember 2024 pukul 3 sore. Tidak seperti biasanya, yang dilaksanakan pada pagi hari sekitar pukul 9, kali ini kerja bakti dilaksanakan pada sore hari karena gereja digunakan untuk melaksanakan penerimaan Sakramen Pernikahan dari salah satu umat di wilayah Santo Yusup Berbah. Kerja bakti dihadiri oleh dua belas umat, 9 dewasa dan 3 anak-anak. Tidak membutuhkan waktu terlalu lama karena panitia pernikahan yang menggunakan gereja juga telah membersihkan area gereja. Kemudian pada hari Minggu, setengah jam sebelum misa umat LGAK sudah siap di depan gereja untuk menyambut umat, mempersilakan masuk, dan mencarikan tempat duduk bagi umat yang terlambat datang. Tugas kolektan dan membantu umat yang akan menerima komuni pun dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah berjalan. Setelah berkat penutup dan umat berangsur meninggalkan gereja, sebagian umat lingkungan masih tinggal di gereja untuk menghitung perolehan kolekte, baik kolekte pertama maupun kolekte kedua. Puji dan syukur kepada Tuhan, rangkaian tugas tata laksana dapat berjalan dengan baik, lancar, dan meningkatkan kebersamaan umat.
