0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Adven Ke-4, Aku dan Seisi Rumahku

Bersatu dalam kasih,
bersama melayani,
dan saling mengampuni
Ini doa kami, ini rindu kami

Aku dan seisi rumahku,
memuji dan memuliakan-Mu,
Penebusku Penyelamatku
Penolong dalam hidupku

Aku dan seisi rumahku
Mengangkat tangan mengandalkan-Mu
Bersatu hati mengasihi-Mu
Melayani Tuhan seumur hidupku

Syair lagu Aku dan Seisi Rumahku tulisan Edward Chen di atas dikidungkan bersama-sama, mengawali pertemuan Adven ke-4 di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir. Pada pertemuan keempat tidak dilakukan permenungan dan katekese adven tetapi dilaksanakan ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema: Menghadirkan Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Syair lagu tersebut sangat cocok untuk mewujudkan tema adven keempat di dalam keluarga, yang hanya dapat dicapai apabila seluruh umat bersatu di dalam kasih.

Tiga puluh tiga umat LGAK berkumpul di rumah keluarga Lambert Tallulembang pada hari Kamis, 18 Desember 2025 pukul tujuh malam untuk melaksanakan pertemuan Adven ke-4. Pertemuan dipandu prodiakon Theresia Yuliastutie yang mengajak seluruh umat yang hadir untuk berdoa dan berdevosi kepada Keluarga Kudus di dalam lingkungan dan tentu saja juga di dalam keluarga. Bila memungkinkan, doa dan devosi ini juga bisa dilakukan di taman doa atau di tempat ziarah untuk menyongsong dan mempersiapkan hati sebagai persiapan merayakan kelahiran Sang Juru Selamat dan menggemakan pesta Natal bersama Keluarga Kudus. Selama masa Adven ini kita tidak hanya menunggu kedatangan Kristus tetapi juga secara aktif mempersiapkan hati menyambut-Nya dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga di dalam keluarga dan bersama keluarga. Dengan demikian, penantian kita sungguh menjadi perayaan iman yang hidup, yang dapat membawa perubahan nyata bagi diri kita dan keluarga kita. Bahkan dapat membawa perubahan nyata bagi sesama dan lingkungan terdekat kita melalui kesaksian kita sebagai anggota Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Mengakhiri pertemuan, seluruh umat tidak langsung bergegas pulang. Semua melanjutkan bincang-bincang ringan sambil menikmati bakmi goreng buatan Yohanes Baptista Topo Kusnandar yang dipesan keluarga. Hal ini merupakan bukti nyata umat lingkungan untuk saling menyejahterakan dengan nglarisi dan berbagi rejeki, sama-sama senang, sama-sama kenyang, dan membuahkan hati riang untuk dibawa pulang.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *