0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Anak-anak pun Ambil Bagian dalam Berdoa Rosario

Orang tua harus mendidik anak-anak agar mengenal dan mengamalkan nilai-nilai yang paling utama dalam hidup manusia, yaitu bahwa setiap manusia berharga di mata Tuhan, tidak peduli apa rasnya, agamanya, apa pendidikannya, atau siapa orang tuanya. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, juga dalam pendidikan imannya. Orang tua di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir pun juga selalu berupaya untuk menjadi pendidik utama dalam perkembangan iman anak-anaknya. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan mengajak anak-anak untuk ambil bagian dalam rutinitas Berdoa Rosario bersama di lingkungan.

Pada hari Rabu tanggal 8 Oktober tahun 2025, tiga puluh (30) umat, termasuk lima (5) orang anak, hadir dalam ibadat sabda dan doa Rosario bersama di hari ke delapan. Ibadat dilaksanakan di rumah keluarga Bernadikta Indriana Septiani pada pukul tujuh (7) malam. Theovilus Suwarto mengajak umat mengawali rangkaian peribadatan dengan mengidungkan Magnificat dari Madah Bhakti nomor 540. Lambert Tallulembang selaku pemimpin ibadat mengajak seluruh umat untuk meneliti batin dengan berdoa Saya Mengaku, agar pantas menghadap Tuhan dalam persekutuan doa lingkungan. Renungan singkat kali ini mengambil inspirasi dari Injil Lukas 11 ayat 1-4 dengan tema, Tuhan, ajarlah kami berdoa. Apa yang dilakukan orang tua dengan mengajak anak-anaknya ikut dalam berdoa Rosario bersama umat lingkungan sesuai dengan tema Injil. Apalagi tahun 2025 ini juga bertepatan dengan tahun Yubelium yang hanya berlangsung 25 tahun sekali. Di mana para budak akan dibebaskan, hutang akan diampuni, dan belas kasihan Tuhan akan terlihat secara khusus. Kesempatan ini merupakan saat yang sangat tepat untuk bertobat dan memperbaiki hidup kita agar mendapatkan indulgensi penuh. Renungan singkat yang disampaikan oleh Lambert dirangkai dengan doa umat dan doa permohonan agar niat untuk bertobat dan memperbaiki diri diberi kekuatan oleh Tuhan. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipandu oleh anak Felisitas Ave Kusnandar, sedangkan kutipan perikop Injil dalam Peristiwa Mulia dibacakan oleh anak Nael, anak Kesya, anak Nea, dan anak Dita secara bergantian.

Seperti biasa, rangkaian ibadat sabda dan doa Rosario berakhir pada pukul delapan malam. Semua yang hadir tampak lega dapat bersekutu dalam ibadat lingkungan. Kemudian umat pamit pulang ke rumah masing-masing membawa niat untuk terus bertumbuh dalam iman bersama keluarga masing-masing dan menjadi saksi keselamatan bagi sesama.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *