0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Berapa Kali Harus Mengampuni?

Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Kesalahan yang secara sengaja dilakukan karena dorongan rasa marah dan kecewa, atau yang dilakukan secara spontan karena tanpa alasan. Bahkan, sering kali kita juga melakukan kesalahan yang tidak sengaja dilakukan dan membuat orang lain kecewa dan sakit hati. Apakah kita pernah menghitung, berapa kali kita telah melakukan kesalahan yang membuat orang lain tersinggung dan terluka?

Tema pendalaman iman pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 adalah tentang pengampunan, sesuai bacaan pada hari tersebut. Dua puluh (20) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir sudah hadir di rumah keluarga Athanasius Saliman sebelum pukul tujuh malam, sebelum pertemuan dimulai. Pendalaman dipimpin oleh prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo dengan membacakan Injil Matius 18: 21-19: 1 tentang ‘Aku berkata kepadamu: bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni’. Hal ini mengandaikan bahwa setiap umat beriman kristiani harus sanggup terus-menerus mengampuni, sampai tak terbatas. Sebagai contohnya, Yesus memberi perumpamaan hamba yang diampuni tetapi tidak mau mengampuni.

Menurut penelitian Johns Hopkins Medicine orang yang mempraktikkan pengampunan secara konsisten memiliki tekanan darah yang lebih stabil, risiko penyakit jantung yang lebih rendah dan tingkat stress yg lebih ringan. Artinya, memaafkan bukan hanya tindakan rohani, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kesehatan mentaldan fisik kita. Namun, kenyataannya, memaafkan bukan perkara mudah, apalagi jika luka yang ditinggalkan cukup dalam dan menyakitkan.

Melalui pertemuan dan pendalaman iman rutin, umat LGAK terus belajar untuk rendah hati dan mau mengampuni. Tidak mudah, tetapi dengan terus mendekatkan diri pada Tuhan kita akn dibimbing untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam hal pengampunan.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *