Setiap hari Minggu umat Katolik di berbagai penjuru mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja paroki dan/atau stasi masing-masing. Ada pula yang mengikuti Perayaan Ekaristi di paroki lain karena berbagai alasan, misalnya karena sedang bertugas ke luar kota. Hal ini dilakukan untuk memenuhi perintah Gereja yang ke-2: Ikutilah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu. Dan pada hari raya yang diwajibkan; dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.

Pertemuan rutin umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir dilaksanakan setiap hari Kamis malam pukul 7 malam. Tanggal 14 Mei 2026 yang jatuh pada hari Kamis, umat LGAK juga mengadakan pertemuan dengan agenda BKL hari ke-14 di rumah keluarga Fl. Budi Sujatmiko. Selain mendalami tema BKL hari ke empat belas tentang Ritus Pembuka: Dipanggil dan Dikumpulkan sebagai Umat Allah, umat juga mendaraskan doa Rosario peristiwa Mulia. Ibadat dan pembacaaan bahan renungan BKL dipandu oleh prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo, sedangkan doa rosario dipandu oleh Ingrid Indrarti Trisno Wardani dan kutipan Injil pada setiap peristiwa dibacakan oleh anak-anak secara bergantian. Lambertus Tallulembang menyampaikan, “Umat Katolik rajin mengikuti Perayaan Ekaristi, tetapi tidak semua umat memahami bahwa rangkaian Ekaristi selalu diawali dengan Ritus Pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi, dan Ritus Penutup. Hal yang tampaknya sepele sejatinya penting untuk dipahami umat Katolik.” Sebelum Perayaan Ekaristi dimulai, yang diawali dengan perarakan petugas liturgi, seyogianya umat sudah duduk tenang di dalam gereja dan baru pulang setelah berkat penutup dan petugas liturgi berarak masuk ke sakristi.

Pertemuan BKL dan doa rosario selesai pada pukul 08.30 WIB. Dua puluh tujuh (27) umat yang hadir pun segera pamit pulang. Pulang membawa sukacita dan harapan setelah mendapat pencerahan tentang Ekaristi, di mana kehidupan Gereja senantiasa bersumber dari Ekaristi. Semoga umat LGAK selalu memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus melalui Ekaristi.





