Tradisi kenduri arwah bertujuan mendoakan jiwa orang yang sudah meninggal. Acara kenduri bagi jiwa dilakukan di hari pertama, ke dua, ke tiga, ke tujuh, ke-40, ke-100 setelah meninggalnya seseorang. Juga pada peringatan satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun (1000 hari) setelah seseorang meninggal. Pada hari ke tujuh setelah Ibu Theresia Mujilah menghadap Bapa, keluarga mengadakan doa kenduri yang dipimpin oleh Yohanes Baptista Topo Kusnandar, prodiakon Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir. Doa kenduri dikemas dalam rangkaian ibadat sabda, dilanjutkan dengan mendoakan bunga tabur yang akan digunakan untuk nyekar. Setelah doa kenduri selesai, keluarga dibantu warga sekitar membagikan berkat kepada tetangga dan kerabat.

Malam sebelumnya, pada hari Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 7 malam dilaksanakan doa memule hari ke-7. Ibadat memule dipimpin oleh prodiakon Theresia Yuliastutie, dihadiri oleh enam puluh lima (65) umat LGAK dan umat dari berbagai lingkungan di wilayah Berbah. Dalam homili disampaikan tentang kesetiaan almarhum yang memilih tetap menjanda sejak ditinggal suaminya ketika kelima anaknya masih kecil dan membutuhkan banyak biaya untuk keberlangsungan hidup serta pendidikannya. Juga tentang kesetiaannya mengikuti doa-doa, kegiatan, dan pertemuan di lingkungan. Bagi anak-anaknya, almarhum adalah ibu yang hebat dan berusaha meneladan Maria yang setia dalam situasi apa pun, termasuk ketekunannya dalam berdoa. Setelah homily, dilanjutkan dengan doa umat dan doa rosario bagi jiwa-jiwa kudus di api penyucian, terutama bagi jiwa Ibu Theresia Mujilah.

Doa memule hari ke-7 menutup rangkaian doa memule yang dilaksanakan setiap malam secara berturut-turut setelah pemakaman. Di samping mendoakan jiwa Ibu Mujilah, juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dan penghiburan. Setelah menemani umat menyeruput teh hangat yang telah disiapkan, keluarga pun mengucapkan terima kasih atas dukungan semua umat. Kemudian, umat pun segera beranjak dari tempat duduk dan pamit pulang membawa cinta dan rahmat kebersamaan.





