0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Enam Belas Umat Hadir dalam Rosario Hari Ke-24

Enam belas (16) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir menghadiri ibadat dan doa Rosario di hari ke-24 pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 pukul tujuh malam. Hujan deras tidak menghalangi mereka untuk bersekutu di dalam doa. Ibadat pembuka dipimpin oleh Lambert Tallulembang. Persekutuan doa dilaksanakan di rumah Veronika Enik Sulistiyowati. Sebagai tuan rumah Enik bertugas memandu pendarasan doa Rosario, bersama anak-anak yang hadir membacakan kutipan Injil dalam setiap peristiwa secara bergantian.

Banyak peristiwa berhubungan dengan Santa Perawan Maria yang mendorong umat LGAK untuk berdoa Rosario. Semua orang Katolik, termasuk umat LGAK, bebas untuk mengambil manfaat dari pesan-pesan yang disampaikan dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Mahkota mawar atau Rosario adalah doa merenungkan kehidupan Yesus, yang meliputi kontemplasi atas persitiwa-peristiwa tertentu di dalam Injil, yaitu misteri-misteri bersama Bunda Maria. Mendaraskan doa Rosario tidak lain tidak bukan adalah menatap wajah Yesus bersama Maria bunda-Nya. Paus Yohanes Paulus II telah menyempurnakan dimensi kristologis rosario dengan Peristiwa Cahaya atau Peristiwa Terang yang disusun berdasarkan peristiwa-peristiwa tertentu dari pewartaan Kristus di depan publik.

Pada biji yang pertama setelah ‘Salib’ kita berdoa, “Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Terpujilah nama Yesus, Santa Maria, dan Santo Yosef. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.” Dengan doa ini kita menyatakan secara singkat tujuan hidup dan pekerjaan kita. Menyusul kemudian doa Bapa Kami, doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita. Dalam doa ini kita terutama menghormati Allah Bapa dan mohon agar setiap orang boleh mengenal, mencintai, dan mengabdi kepada-Nya. Sesudah itu, kita berdoa secara sederhana untuk keperluan dan kepentingan kita sendiri maupun berdoa untuk saudara-saudara kita.

Umat yang hadir tampak khusyuk dan larut di dalam doa. Ibu jari dan jari telunjuk begitu luwes menggulirkan butir-butir Rosario seiring Doa Salam Maria didaraskan dengan segenap hati oleh masing-masing umat secara bergiliran. Dinginnya malam mendukung kekhusyukan umat di dalam doa hingga diakhiri dengan berkat penutup.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *