Pada hari Sabtu tanggal 25 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB. Dua puluh dua (22) umat, termasuk anak-anak Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir hadir di rumah Athanasius Saliman untuk bersatu dalam ibadat dan doa Rosario di hari ke-25 mendaraskan Peristiwa Gembira. Semangat umat yang hadir tetap terjaga karena kerinduan untuk bersekutu bersama umat lingkungan telah tertanam dalam sanubari. RB Sarbini Ari Purnomo mengawali dengan doa pembuka, setelah dimulai dengan lagu pembuka yang dipandu oleh Theovilus Suwarto. Seperti biasa, kutipan Injil dalam setiap peristiwa dibacakan secara bergantian oleh anak-anak, dan rangkaian doa Rosario dipimpin oleh Elisabet Sri Purwanti.

Jika pada biji yang pertama setelah ‘Salib’ kita berdoa, “Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Terpujilah nama Yesus, Santa Maria, dan Santo Yosef. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.” dirangkai dengan doa Bapa Kami. Maka pada ketiga biji yang berikut kita berdoa tiga kali Salam Maria untuk menghormati Maria secara istimewa. Maria adalah Bunda kita karena hubungannya yang istimewa dengan Allah Tritunggal. Ketiga Salam Maria itu masing-masing kita dahului dengan salam kepada Maria sebagai berikut: yang pertama Salam Puteri Allah Bapa dilanjutkan dengan doa satu kali Salam Maria; yang kedua Salam Bunda Allah Putera dilanjutkan dengan doa satu kali Salam Maria; yang ketiga Salam Mempelai Allah Roh Kudus dirangkai dengan doa satu kali Salam Maria. Pada biji yang kelima, kita berdoa seperti pada biji yang pertama. Demikian pula pada keempat biji lain yang ada di antara sepuluh kali Salam Maria. Doa Fatima yaitu doa yang diajarkan oleh Bunda Maria kepada ketiga anak di Fatima dalam penampakannya pada tahun 1917, dapat disisipkan pada setiap kali mengakhiri sepuluh kali Salam Maria, Kemuliaan…, dan Terpujilah…. Doa Fatima yang berbunyi “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka dan antarlah jiwa-jiwa ke dalam Surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu” dimaksudkan untuk mohon berkat dari Allah bagi perdamaian dunia dan keselamatan para pendosa.

Berapa pun jumlah umat yang hadir, tidak pernah mengurangi kekhusyukan umat di dalam doa. Semua bersatu memuji Tuhan bersama Bunda Maria, melambungkan ucapan syukur dan permohonan dengan segenap iman. Ketika rangkaian ibadat dan doa selesai, umat pun boleh membawa sukacita dan ketekunan di dalam iman.





