Tema Sarasehan BKL Hari 25 adalah Ekaristi menggerakkan Gereja untuk keluar dari zona nyaman. Dari altar kita diutus untuk menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi mereka yang lemah dan terpuruk. Ekaristi sungguh menggerakkan Gereja untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi tanda keselamatan di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja.

Tiga belas (13) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir sudah berkumpul di rumah Maria Magdalena Supraptiwi untuk mengadakan sarasehan BKL Hari 25 yang dilaksanakan pada hari Senin, 25 Mei 2026. Seperti biasanya pertemuan dilaksanakan pada pukul tujuh (7) malam. Meskipun tidak banyak yang hadir, tetapi rangkaian sarasehan tetap dapat berjalan dengan baik. RB Sarbini Ari Purnomo selaku pemandu sarasehan membacakan tema dengan perlahan agar umat yang hadir dapat mendengar dan mencerna kata demi kata dengan baik. Langkah ini dilakukan untuk memberi ruang dan waktu untuk memahami uraian yang tertulis. Sarasehan dilanjutkan dengan doa penyerahan kepada Bunda Maria yang didaraskan bersama-sama.
Sarasehan diakhiri dengan doa penutup. Setelah dipamitkan oleh RB Maryanto, umat pun segera beranjak dari tempat duduk dan pamit pulang. Tuan rumah mengantar umat hingga ke halaman sambil memberikan salam dan memohon penyertaan Tuhan bagi semuanya.



