Lingkungan St.Antonius Padua Berbah: Pertemuan BKL Ke-25

Tak hanya melibatkan anak-anak, ibadat singkat dan doa Rosario juga melibatkan OMK. OMK bukan sebagai pemimpin doa Rosario tetapi sebagai pemimpin ibadat. Ibadat singkat dan doa Rosario diadakan pada Senin, 25 Mei 2026 di kediaman Petrus Supriyono (Nonang) jalan Tlogowono, Berbah Sleman yang dihadiri 23 orang terdiri dua anak-anak, dua OMK, dan 19 dewasa. Ibadat singkat dpimpin oleh Adiguna Pratama (Adi) sebagai OMK, sekaligus sebagai tuan rumah. Doa Rosario dipandu oleh Petrus Supriyono (Nonang) dan Litani Santa perawan Maria  oleh Emerentiana Rahayuningsih (Yayuk).

Ibadat singkat dan doa Rosario diawali dengan lagu pembuka dari buku Kidung Maria Antonius Padua nomor 10 ‘Mengasih Maria Kerinduanku’, membuat tanda salib, prakata singkat dari Adiguna Pratama (Adi). Ibadat dilanjutkan dengan doa tobat, Tuhan Kasihanilah kami, doa pembuka, pembacaan penyegaran penghayatan Ekaristi hari ke-25. Agustina Herlina Yustanti (Herlin) selaku pemandu mengatakan bahwa Ekaristi menggerakkan Gereja untuk Keluar dari Zona Nyaman. Medan perutusan itu luas: keluarga, lingkungan kerja, masyarakat, bahkan situasi yang tidak nyaman dan penuh tantangan. Yesus sendiri mengurus para murid seperti domba di tengah serigala dan mengajak Petrus bertolak ke tempat yang dalam. Perutusan selalu menuntut keberanian untuk keluar dari zona aman menuju tempat yang mungkin penuh risiko, tetapi justru di sanalah Tuhan bekerja. Dilanjutkan doa Rosario dipandu oleh Nonang. Dalam doa Rosario ada selingan lagu sebelum Peristiwa Ketiga doa Rosario dari buku Kidung Maria dari nomor 38 “Bunda Allah Tak Bercela”. Setelah doa Rosario selesai dilanjutkan Litani Santa Perawan Maria yang dipimpin oleh Emerentiana Rahayuningsih (Yayuk), Doa umat, Bapa Kami, Penutup, Berkat Penutup, dan ditutup dengan lagu penutup dari buku Kidung Maria nomor 27 “Ya Namamu  Maria”.

Setelah selesai dilanjutkan ramah tamah dan pengumuman serta informasi kegiatan yang akan datang di Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah, Gereja Santo Yusuf Berbah maupun Paroki Maria Marganingsih Kalasan. “Perjumpaan dengan Kristus menjadi daya dorong untuk berkarya bersama-Nya dan diutus untuk menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi mereka yang lemah dan terpuruk, serta menjadi tanda keselamatan di tengah dunia”.

Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh Nova Ardianto

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *