Umat Katolik mengenal doa Rosario sebagai doa yang membawa kita untuk mengenal misi Yesus Kristus, yaitu mewartakan kasih Allah kepada dunia. Sebagai bagian dari dunia, umat Katolik berkewajiban mewartakan kasih Allah kepada keluarga dan sesama, baik yang satu iman dengan kita maupun yang berbeda keyakinan.

Untuk mewujudkan kasih Allah, sering kali umat Katolik dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua orang mau menanggapinya dengan baik. Hal ini tidak jarang menjadikan kita patah semangat dan ragu-ragu dalam mewartakan kasih Allah. Kesadaran itu mendorong umat Katolik untuk saling menguatkan dan meneguhkan niat dalam mewartakan kasih Allah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan berdoa Rosario, baik secara pribadi, bersama umat di lingkungan, bersama umat dalam komunitas, maupun di gereja sebelum Perayaan Ekaristi.
Umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir pun menyadari, tanpa dukungan semangat dari umat di lingkungan, niat tersebut akan sulit diwujudkan. Kesadaran itu mendorong 22 (dua puluh dua) umat LGAK untuk kembali hadir dan berdoa Rosario bersama di hari ke-10. Tepatnya pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2026 di rumah Fabianus Dimas Ariyanto. Umat mendaraskan peristiwa gembira. Diawali dengan mendaraskan syahadat para rasul yang singkat, dirangkai dengan 1 kali doa Bapa Kami dan 3 kali Salam kepada Maria sebagai putri Allah Bapa, Bunda Allah Putra, dan sebagai mempelai Allah Roh Kudus.

Kebersamaan umat LGAK malam itu sungguh terasa menggembirakan dan saling memberikan dukungan untuk terus menjadi murid-murid-Nya yang siap sedia mewartakan kasih-Nya kepada sesama. Rasa bahagia dalam kebersamaan itulah yang menjadi magnet umat LGAK untuk hadir dalam persekutuan.
Catatan: Foto dikirim oleh Ingrid Indrarti Trisno Wardani



