0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Sharing Ungkapan Syukur dalam Pertemuan Ibu-Ibu Lingkungan

Lingkungan adalah cara hidup menggereja murid-murid Kristus, dalam persekutuan teritorial yang berakar pada keluarga dengan jumlah tertentu, hidupnya berdekatan, memiliki susunan kepengurusan sendiri, dan menghayati imannya secara mendalam melalui lima (5) aspek hidup menggereja. Kelima aspek tersebut adalah liturgia, pewartaan, persekutuan, peribadatan, dan kesaksian. Kita umat Katolik diundang untuk menghargai anugerah lingkungan ini. Kita bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan tempat kita tinggal, dan berbagi semua keajaiban dan sumber daya yang diberikan lingkungan (dan bumi) kepada kita. Lingkungan kita yang terus berubah mendorong kita untuk berhenti sejenak dan merenungkan bagaimana kita hidup di lingkungan ini.

Ibu-ibu Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir terus berupaya ambil bagian dalam pertumbuhan dan perkembangan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan pertemuan rutin sebulan sekali. Dalam pertemuan tersebut ibu-ibu membahas berbagai hal berkaitan dengan pertumbuhan dan persekutuan iman umat di lingkungan, baik yang bersifat rohani maupun jasmani. Hal berkaitan dengan jasmani, ibu-ibu lingkungan melakukan kegiatan senam peregangan, keterampilan, dan melakukan kegiatan sosial, dalam lingkup kecil yaitu khusus internal ibu-ibu lingkunan maupun dalam lingkup luas yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Hal yang bersifat rohani, minimal sebulan sekali pertemuan diisi dengan sharing iman, renungan, dan pendalaman iman. Selanjutnya, setahun sekali mengadakan kegiatan ziarah dan rekreasi.

Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul empat sore, 12 (dua belas) ibu hadir dalam pertemuan rutin di rumah Fransiska Romana Pujiyati. Agenda pertemuan diisi dengan berbagi cerita atau sharing rasa/ungkapan syukur yang dialami sepanjang tahun 2025. Sharing dipandu oleh Yokebeth Siti Sriyanti. Fransiska Romana Pujiyati mengatakan, “Rasa syukur hanya bisa terjadi jika kita memiliki kerendahhatian, meskipun tidak mudah.” Selanjutnya Ignatia Gondowati menambahkan, “Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Kadangkala tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tetapi semua itu menjadikan permasalahan yang sedang kita alami justru terselesaikan. Pertemuan ibu-ibu ditutup pada pukul 17.15 WIB dan ibu-ibu pulang membawa kelegaan dan sukacita di dalam Tuhan.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *