Kegembiraan dan sukacita adalah dua hal yang berbeda makna. Kegembiraan adalah perasaan senang, bangga, atau kesenangan hati yang bersifat sementara, muncul saat mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau karena mengalami hal yang menyenagkan. Sementara itu, sukacita adalah perasaan suka hati, girang hati, atau kegirangan yang mendalam, dan seringkali dikaitkan dengan rasa syukur dan ketenangan batin.

Umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir seringkali mengalami sukacita ketika menghadiri pertemuan lingkungan. Sebagaimana yang dialami 17 (tujuh belas) umat LGAK ketika hadir dalam pertemuan BKL yang ke-12 pada hari Rabu, 12 Mei 2026 pukul tujuh malam di rumah keluarga Fabianus Dimas Ariyanto. Sukacita yang selalu dialami dalam kebersamaan menjadi pendorong dan motivasi utama untuk mengalahkan rasa malas, rasa kantuk, atau rasa lelah. Sulit diungkapkan dengan kata-kata, tetapi bisa dirasakan dalam relung hati terdalam. Prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo selaku pemandu pertemuan, setelah mengawali pertemuan dengan doa pembuka dan doa saya mengaku, membacakan panduan pertemuan dengan tema Ekaristi: Sukacita dan Pengharapan Masa Depan. Sukacita yang kita alami dalam Ekaristi berbeda dengan rasa senang. Rasa senang bersifat sementara dan dapat hilang karena bersifat lahiriah dan jasmaniah, sedangkan sukacita bersifat batiniah dan tahan lama. Sama halnya dengan yang dialami seorang calon baptis sebagaimana disampaikan dalam buku panduan.

Pertemuan diakhiri pada pukul delapan malam. Setelah nyanyian penutup yang dipandu oleh Lambertus Tallulembang, RB Maryanto menyampaikan pengumuman untuk tempat pertemuan hari berikutnya. Umat pun segera pamit pulang, membawa sukacita perjumpaan dan kebersamaan dalam iman.





