041 St. Bartolomeus Brintikan: Doa Rosario Berbahasa Jawa, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan Umat

Doa Rosario Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 18.30 WIB, terasa berbeda dari biasanya. Bertempat di kediaman Theresia Eva Haryanti, Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, doa Rosario malam itu dilaksanakan sepenuhnya menggunakan bahasa Jawa, sebagaimana telah disepakati bersama sebelumnya. Penggunaan bahasa Jawa ini bertujuan untuk melestarikan bahasa dan budaya lokal sekaligus menghadirkan suasana doa yang lebih akrab, dekat dengan keseharian umat, serta memperkaya penghayatan iman dalam balutan tradisi Jawa. Sebanyak dua puluh umat hadir dan mengikuti rangkaian doa dengan khidmat, penuh kekeluargaan, dan sukacita.

Sebelum mendaraskan doa Rosario bersama, M.Th. Sri Wahyunani memimpin doa pembuka, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu pujian dari buku Kidung Adi. Selanjutnya, doa Rosario dan permenungan peristiwa Mulia dipandu oleh tuan rumah, Theresia Eva Haryanti, bersama putrinya, Bernadheta Dwi Novi. Penggunaan bahasa Jawa dalam setiap rangkaian doa menghadirkan nuansa yang khas dan menyentuh, sekaligus menjadi wujud nyata bahwa iman dapat dihayati melalui bahasa dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Kebersamaan dalam doa tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, mempererat persaudaraan, serta menjaga kekayaan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Usai doa Rosario, suasana penuh sukacita berlanjut dengan perayaan ulang tahun Theresia Eva Haryanti yang ke-51. Dengan penuh kehangatan, umat menyanyikan lagu ulang tahun saat Eva meniup lilin dan memotong kue tart. Momen sederhana itu menjadi ungkapan syukur atas anugerah usia sekaligus kebahagiaan yang dapat dibagikan bersama keluarga besar Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan lontong opor yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Malam itu pun menjadi kenangan indah tentang iman yang dirawat melalui doa, budaya yang dilestarikan melalui bahasa, serta persaudaraan yang semakin erat melalui kebersamaan dan rasa syukur.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *