Sebanyak dua puluh ibu-ibu dari Wilayah Santo Petrus Damianus Kalasan Timur dengan penuh semangat melaksanakan tugas pelayanan bersih-bersih di Gereja Maria Marganingsih Kalasan pada hari Rabu, 17 September 2025. Sejak pukul 09.00 WIB, satu per satu mereka hadir di gereja, bergabung dalam sukacita pelayanan dengan hati yang tulus. Kegiatan ini dikoordinir oleh Ibu Christiana Sumarsini yang dengan sigap mengarahkan jalannya pembersihan. Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi wujud nyata dari semangat pelayanan umat, sekaligus sarana mempererat persaudaraan di antara sesama.
Gereja, sebagai rumah Tuhan sekaligus tempat perjumpaan umat dalam doa dan peribadatan, tentu perlu dijaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanannya agar tetap layak dan pantas menjadi tempat perhentian rohani. Kegiatan bersih-bersih mencakup pembersihan area dalam gereja, seperti altar, bangku umat, lantai, patung, pot bunga, dan perlengkapan misa, serta perawatan area luar, meliputi halaman, taman, dan jalan masuk. Tujuannya tidak hanya menjaga kekudusan serta keindahan rumah Tuhan, tetapi juga merawat fasilitas gereja agar tetap terawat, awet, dan tertata rapi. Dengan demikian, terciptalah suasana ibadah yang lebih hening, bersih, dan nyaman bagi seluruh umat.

Selain itu, kegiatan ini juga menghidupi semangat gotong royong dan memperkuat kebersamaan. Melalui kerja sederhana yang dilakukan bersama, setiap pribadi diajak untuk semakin menyadari bahwa pelayanan bukan hanya dalam doa, tetapi juga melalui tindakan nyata menjaga dan merawat rumah Tuhan.
Usai kegiatan, para ibu bersama-sama menikmati minuman dan makanan yang telah disiapkan oleh Lingkungan Santo Bartolomeus yang mendapat giliran menyediakan konsumsi. Kebersamaan sederhana ini menambah sukacita setelah lelah bekerja, sekaligus menjadi momen syukur atas rahmat kebersamaan yang terjalin.

Syukur kepada Tuhan, kegiatan bersih-bersih gereja selama lebih kurang 2,5 jam dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh kegembiraan. Semoga semangat pelayanan, gotong royong, dan cinta kasih yang terpancar dari kegiatan ini senantiasa hidup dan berkembang, sehingga Gereja Maria Marganingsih Kalasan selalu menjadi rumah doa yang pantas, indah, dan nyaman bagi umat dalam berjumpa dengan Tuhan.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati



