Empat puluh dua umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan berkumpul di kediaman Lucia Sudaryanti, Dusun Sanan Brintikan RT 06 Tirtomartani, Kalasan, Sleman pada Kamis, 25 Juni 2026, pukul 19.00 WIB untuk mengikuti Ibadat Sabda Pemberkatan Rumah yang dipimpin oleh Prodiakon FX Risang Baskara. Suasana penuh sukacita dan kekeluargaan terasa sejak awal ibadat, menjadi ungkapan syukur atas kesempatan berkumpul dalam doa bersama memohon berkat Tuhan bagi keluarga Lucia.
Dalam sambutannya, Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, mewakili tuan rumah menyampaikan bahwa rumah yang diberkati bukanlah rumah baru yang selesai dibangun, melainkan rumah lama yang telah menjadi saksi perjalanan hidup keluarga. Selama beberapa tahun terakhir rumah tersebut jarang ditempati karena Lucia mendampingi anak-anak serta mengasuh cucu-cucunya di Tangerang. Meski demikian, setiap setengah tahun beliau selalu menyempatkan pulang untuk mengunjungi rumah tersebut. Oleh karena itu, melalui ibadat pemberkatan ini diharapkan rumah itu senantiasa dipenuhi damai sejahtera, dilindungi dari segala marabahaya, menjadi tempat yang menghadirkan kasih Tuhan, serta menjadi rumah yang selalu terbuka bagi keluarga, kerabat, dan sesama.

Ibadat diawali dengan lagu pembuka “Sungguhlah Indah Rumah-Mu” (Puji Syukur No. 333) yang dipandu oleh Bernadheta Dwi Novi. Bacaan pertama diambil dari Ibrani 3:1–6 dan dibacakan oleh Ketua Lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan lagu antarbacaan “Bersabdalah Tuhan” (Puji Syukur No. 373). Mazmur tanggapan mengangkat refrein, “Berbahagialah orang yang diam di rumah Tuhan,” yang mengajak umat merenungkan kebahagiaan hidup dalam hadirat Allah.
Bacaan Injil diambil dari Matius 7:21–29 yang mengisahkan tentang orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Melalui perumpamaan tersebut, Yesus mengajarkan bahwa kehidupan yang kokoh hanya dapat dibangun di atas iman serta kesetiaan melaksanakan kehendak Allah. Rumah yang berdiri di atas dasar yang kuat akan tetap teguh menghadapi berbagai badai kehidupan.

Dalam homilinya, Prodiakon Risang mengajak umat menyadari bahwa setiap orang beriman adalah bait Allah, tempat Tuhan berdiam. Rumah yang diberkati pada malam itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan juga lambang kehidupan keluarga yang dipanggil untuk bertumbuh dalam kasih, doa, dan persaudaraan. Beliau juga menyampaikan bahwa kepulangan Lucia ke rumahnya di Brintikan merupakan kerinduan untuk kembali berkumpul bersama saudara-saudari seiman di Lingkungan Santo Bartolomeus, sehingga rumah tersebut kembali hidup sebagai tempat membangun iman, kebersamaan, dan persaudaraan.
Usai homili, Prodiakon Risang memimpin upacara pemberkatan rumah dengan memercikkan air suci ke seluruh bagian rumah, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar-kamar, hingga kamar mandi. Seluruh umat mengiringi prosesi tersebut dengan menyanyikan lagu “Syukur Kepada-Mu Tuhan” (Puji Syukur No. 592), seraya memanjatkan doa agar setiap sudut rumah senantiasa diliputi berkat, perlindungan, dan penyertaan Tuhan.

Setelah Prodiakon Risang memberikan berkat penutup maka ibadat pun ditutup dengan lagu “Alangkah Bahagianya” (Puji Syukur No. 619). Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan soto dan teh hangat yang telah disiapkan oleh keluarga tuan rumah. Dalam kesempatan tersebut, keluarga Lucia Sudaryanti menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan Santo Bartolomeus yang telah meluangkan waktu untuk hadir, berdoa, dan memberikan dukungan. Mereka berharap rumah yang telah diberkati ini senantiasa menjadi tempat yang membawa kedamaian, mempererat tali persaudaraan, serta menjadi sarana untuk semakin memuliakan Tuhan melalui kehidupan keluarga yang penuh kasih dan iman.
Catatan : Foto dikirim oleh FX Kristyanto Nugroho dan Bernadeta Apik Dwiyati




