041 St. Bartolomeus Brintikan: Yesus sebagai Pintu Keselamatan dan Gembala yang Baik

Keluarga Theresia Eva Haryanti menyelenggarakan Misa Arwah 40 hari berpulangnya Marcelinus Yunanto, suaminya ke rumah Bapa di surga pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 19.00 WIB di kediaman keluarga di Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Antonius Agus Widodo, Pr, didampingi dua prodiakon lingkungan, yakni FX Risang Baskara dan Clara Henny. Lebih dari 150 umat hadir mengikuti misa ini, terdiri atas umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, umat Wilayah Santo Petrus Damianus Kalasan Timur, serta keluarga dan kerabat almarhum. Suasana misa terasa istimewa dengan kehadiran 15 suster dari Kongregasi SJMJ (Jesus Maria Joseph) yang turut diundang dalam perayaan tersebut.

Sebelum Misa Arwah dilaksanakan, keluarga terlebih dahulu mengadakan kenduri pada pukul 17.00 WIB yang dipimpin oleh Prodiakon FX Risang Baskara dan diikuti warga RT. 03 dan RT. 04 Dusun Brintikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario bersama pada pukul 18.15 WIB yang diikuti sekitar 70 umat. Kebersamaan dan doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan iman serta pengharapan akan kehidupan kekal bagi almarhum.

Misa Arwah diawali dengan lagu pembuka “Pintu Satu-Satunya” dari buku Puji Syukur nomor 543. Bacaan pertama diambil dari Kitab Ratapan 3:22-23, dilanjutkan Mazmur Tanggapan dari Mazmur 23 dengan refrein, “Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Sementara itu, bacaan Injil Yohanes 10 mengisahkan Yesus sebagai Gembala yang Baik dan Pintu Keselamatan. Dalam homilinya, Romo Agus menegaskan bahwa Yesus sebagai Pintu dan Gembala melambangkan kasih, perlindungan, serta keselamatan bagi umat-Nya. Melalui Yesus, manusia memperoleh jalan menuju keselamatan, damai, dan kehidupan sejati bersama Allah. Sebagai Gembala yang Baik, Yesus mengenal, menjaga, membimbing, dan rela berkorban demi domba-domba-Nya. Seorang gembala sejati tidak meninggalkan dombanya dalam bahaya, melainkan melindungi dengan penuh kasih dan pengorbanan.

Pada kesempatan tersebut, Bernadheta Dwi Novi, putri almarhum Marcelinus Yunanto, membagikan kesaksiannya tentang sosok ayahnya sebagai gembala yang baik dalam keluarga. Ia mengenang bagaimana almarhum mendidik, membimbing, dan mendukungnya dalam kehidupan menggereja, sehingga kini ia dapat terlibat aktif dalam berbagai pelayanan, baik sebagai lektor, pemazmur, maupun anggota paduan suara.

Dari kolekte persembahan misa tersebut terkumpul sebesar Rp. 535.000,00   (lima ratus tiga puluh lima ribu rupiah) akan disalurkan sebagai sumbangan untuk mendukung karya dan pembinaan di seminari.

Suasana misa semakin khidmat saat lagu komuni “Padamu, Tuhan dan Allahku” dari Puji Syukur nomor 690 dinyanyikan. Pada akhir perayaan, lagu penutup “Yesus, Jurus’lamat Kami” dari Puji Syukur nomor 714 mengiringi pemberkatan bunga tabur oleh Romo Agus yang akan digunakan untuk ziarah dan tabur bunga di makam almarhum keesokan harinya.

Kita semua menaikkan doa dengan penuh iman dan harapan, semoga almarhum Marcelinus Yunanto, yang telah 40 hari dipanggil menghadap Bapa di surga, kini memperoleh kebahagiaan kekal bersama-Nya. Semoga Tuhan berkenan menerima almarhum dalam damai abadi bersama para kudus di surga, dan pada waktunya nanti mempersatukan kita semua dalam sukacita kehidupan kekal bersama-Nya.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *