056 St. Stefanus Karanglo: Menjaga Semangat Kebersamaan di Tengah Rutinitas: Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Katolik Lingkungan Berlangsung Hangat di Taman Dul Tapan

Karanglo-Tapan, 28 Juni 2026 – Ada suasana yang berbeda dalam pertemuan rutin Paguyuban Ibu-Ibu Katolik Lingkungan Santo Stefanus Karanglo pada Minggu (28/6). Jika biasanya kegiatan dilaksanakan di tempat Ibu Mardiyanti, kali ini para ibu memilih suasana yang lebih segar dengan mengadakan pertemuan di kawasan Taman Dul Tapan. Perubahan tempat ini bukan sekadar mencari pemandangan baru, tetapi menjadi upaya untuk memperbarui semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan paguyuban.

Sejak pukul 09.00 WIB, satu per satu anggota mulai berdatangan dengan balutan seragam berwarna ungu yang menciptakan pemandangan serasi dan penuh kehangatan yang dihadiri oleh 25 orang. Sebelum acara dimulai, dilakukan pengumpulan berbagai iuran, mulai dari Prolenan, APBU, Gerakan 2000, Tabungan Cinta Kasih, Chaos Dhahar Romo, hingga arisan. Seluruh iuran tersebut merupakan bentuk nyata partisipasi dan kepedulian anggota dalam mendukung berbagai kegiatan lingkungan, wilayah, maupun paroki. Tepat pukul 09.30 WIB, acara dibuka oleh Ibu Mey selaku pembawa acara.  Mengawali kebersamaan melalui lagu Hymne Maria Asumpta yang dipimpin Ibu Yuni, dan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Rita sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar.

Momen yang selalu dinanti pun tiba ketika Ketua Paguyuban, Ibu Sumiyati, menyampaikan sambutan pembuka dengan pantun-pantun jenaka. Gelak tawa spontan pecah di antara para peserta. Pantun-pantun yang ringan namun menghibur berhasil mencairkan suasana dan menghadirkan kegembiraan, mempererat rasa kekeluargaan di antara para anggota.

Suasana semakin akrab, pertemuan dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai agenda kegiatan wilayah dan paroki yang akan datang, termasuk persiapan untuk beberapa kegiatan bersama. Laporan dari masing-masing seksi serta pelaksanaan arisan menjadi bagian penting dalam dalam menyusun langkah pelayanan berikutnya.

Keceriaan semakin terasa pada sesi lain-lain yang dipandu oleh Ibu Yani. Berbagai permainan sederhana namun sarat makna berhasil menghidupkan suasana. Permainan pertama menguji konsentrasi peserta melalui kombinasi tepuk tangan dan gerakan tertentu yang memancing tawa ketika ada peserta yang keliru mengikuti instruksi. Tidak hanya menghibur, permainan berikutnya juga mengajak para ibu untuk merenungkan makna kehidupan. Dengan menggunakan benda-benda sederhana sebagai ilustrasi, Ibu Yani mengingatkan bahwa banyak hal yang sering dianggap hanya sebagai “tempelan” atau pelengkap dalam keseharian, padahal memiliki peran penting yang mendukung kehidupan. Pesan sederhana tersebut mengajak setiap peserta untuk lebih menghargai setiap hal, sekecil apa pun, sehingga rasa syukur atas kehidupan semakin bertumbuh. Pertemuan ditutup dengan menyanyikan lagu “Rinonce Sulur Niat Suci” secara bersama-sama. Alunan lagu menjadi penutup yang indah sebelum seluruh peserta menikmati hidangan sederhana berupa sego pecel sambil bercengkerama dalam suasana penuh keakraban.

Pertemuan rutin kali ini membuktikan bahwa kebersamaan tidak hanya dibangun melalui rapat dan agenda organisasi, tetapi juga melalui tawa, doa, permainan, dan ruang untuk saling menguatkan. Perubahan tempat ternyata mampu menghadirkan semangat baru yang menyegarkan hati setiap peserta. Di balik sederhana sebuah pertemuan, tersimpan makna yang begitu dalam: ketika hati dipersatukan dalam iman, pelayanan, dan persaudaraan, setiap langkah kecil akan menjadi kekuatan besar bagi lingkungan. Semoga semangat kebersamaan ini terus bertumbuh, menjadi berkat bagi sesama, dan menghadirkan sukacita dalam setiap karya pelayanan yang dijalani bersama.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Wahyuningsih

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *