Misa peringatan arwah merupakan salah satu ungkapan iman Gereja Katolik dalam memberikan penghormatan terakhir sekaligus memanjatkan doa bagi jiwa orang beriman yang telah berpulang. Melalui perayaan Ekaristi, umat memohon belas kasih Tuhan agar almarhum memperoleh pengampunan dosa serta berkenan dipersatukan dalam kehidupan kekal bersama Allah di surga. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi wujud kasih dan harapan bahwa Tuhan yang penuh kerahiman menerima setiap jiwa dalam damai-Nya.

Pada hari Senin, 23 Februari 2026, Misa Arwah dilaksanakan di kediaman keluarga Anastasia Sulami dan dipimpin oleh Romo Y. Ngatmo, PR. Perayaan Ekaristi tersebut dipersembahkan untuk mendoakan jiwa suci Ignatius Suparmin Mardi Harsono. Dalam suasana khidmat dan penuh pengharapan, sekitar 118 umat yang hadir bersama-sama mendoakan kedamaian kekal, keselamatan, serta pengampunan dosa bagi almarhum, seraya mempercayakan hidupnya ke dalam kasih Tuhan.

Dalam homilinya, Romo Y. Ngatmo, PR menyampaikan bahwa kematian bukanlah akhir yang tragis, melainkan sebuah titik di mana manusia mencapai kepenuhan hidup dan memasuki kelahiran baru dalam kesatuan abadi dengan Allah. Sebagai umat beriman, kita percaya bahwa Allah adalah Bapa yang penuh kasih dan kerahiman, yang selalu membuka tangan-Nya bagi setiap anak-Nya yang kembali kepada-Nya. Di akhir homili, disampaikan pula pesan penghiburan bahwa kenangan akan almarhum akan tetap hidup di dalam hati keluarga dan orang-orang yang mengasihinya, sementara keluarga diajak untuk tidak larut dalam duka, melainkan percaya bahwa almarhum kini berada dengan aman dalam pelukan kasih Bapa di surga.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Suryani Oktarina



