Dalam rangka mendoakan Mbah Amad pd hari yg ke-7 ini, umat Lingkungan Brayat Minulyo mengadakan memule. Simbah Amad adalah pemeluk Katholik yang sangat taat, namun disaat akhir hidupnya, disaat saat kritis beliau di islamkan oleh anak anaknya.

Sembahyangan di pimpin oleh bapak Prodiakon Sentot. Bacaan di ambil dari panduan ibadat memule 7 hari. Dalam renungannya bapak Sentot mengajak utk bersharing dari umat yang hadir utk mengenang simbah Amad ini.

Ada 5 orang yg bersharing, semuanya hampir senada mengatakan bahwa Mbak Amad ini seorang katholik yang tekun dan menjadi katholik sejak mudanya. Aktif dalam kegiatan sembahyangan lingkungan dan ke GEREJA.
Disaat usia tua dan tidak mampu lagi untk ke gereja karen beliau tidak bisa melihat dgn baik karen kendala di matanya. Namun secara teratur beliau di kirim komuni oleh prodiakon.

Menjelang akhir hidupnya beliau di amputasi kakinya, beliau sangat tabah dan tidak pernah mengeluhkan sakitnya. Di akhir hidupnya beliau di islamkan oleh anak anaknya. Dan ini menjadi PR utk kita semua, bagaimana caranya menjaga iman utk orang tua yg sendirian, sementara anak anaknya berlainan keyakinan.
Ditulis oleh : Marcus Wisnuhandoko




