Pada hari Rabu, 6 Agustus 2025 merupakan peringatan satu tahun Ignatius Dewanto menghadap Bapa di Surga.. Bertempat di Pendopo Griya Ledok Asri, Sanan Sidomulyo Brintikan RT.06 Tirtomartani Kalasan milik Valentina Prapti Harjanti, umat lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan diminta dukungan doa dalam misa memule ini. Sekitar 50 umat lingkungan Santo Bartolomeus mengikuti misa memule ini ditambah 35 umat lain merupakan kerabat tuan rumah yang berasal dari umat lingkungan lain.
Misa dimulai tepat pukul 19.00 WIB dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr dibantu oleh prodiakon FX. Risang Baskara. Lagu-lagu pujian yang dilantunkan oleh koor Lingkungan Santo Bartolomeus antara lain lagu pembuka “Kini Saudara Kita”, lagu tanggapan sabda “Sabda-Mu Bagai Air Segar”, lagu persiapan persembahan “Persembahan Hati”, lagu saat komuni “Hidup ini adalah Kesempatan”, dan lagu penutup “Nderek Dewi Maria” dipandu oleh Maria Faustina Sari, didukung oleh organis Brigitta.

Bacaan kitab suci diambilkan dari Kitab Nabi Daniel 7:9-10 sedangkan bacaan Injil dari Injil Lukas 9:28 B – 36. Dalam misa syukur memperingati 1 tahun wafatnya Ignatius Dewanto ini, Romo Ngatmo Pr. mengungkapkan Yesus berbincang dengan Musa, dan Elia tentang tujuan kepergianNya yang akan digenapiNYa di Yerusalem. Yesus berbicara tentang “kepergian-Nya” di Yerusalem. Dalam konteks Injil, “kepergian” merujuk pada kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus merupakan misteri Paskah yang berpuncak di Yerusalem. Yerusalem menjadi lambang: tempat penggenapan rencana Allah dan tempat penderitaan, kemuliaan, serta kehidupan baru, sehingga dalam misa syukur mengenang 1 tahun wafatnya Ignatius Dewanto, kisah ini menjadi tanda penghiburan iman bahwa seperti Yesus dimuliakan, umat beriman yang wafat dalam Tuhan pun akan mengambil bagian dalam kemuliaan itu, dan wafat bukanlah akhir, tetapi jalan menuju kehidupan kekal di “Yerusalem baru”, yaitu surga yang mulia.
Pada kesempatan penuh kasih ini, terkumpul persembahan kasih umat sebesar Rp. 354.000,- yang akan disalurkan untuk mendukung karya panggilan di seminari. Persembahan ini menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus bentuk partisipasi dalam mendukung tumbuhnya calon-calon imam masa depan.

Perayaan misa arwah ini merupakan ungkapan iman yang mendalam akan belas kasih dan kerahiman Allah yang tak terbatas, terutama bagi jiwa-jiwa yang masih menjalani pemurnian di api penyucian, secara khusus jiwa almarhum Ignatius Dewanto yang kita kenang dengan penuh cinta. Misa ditutup dengan pemercikan bunga tabur yang akan dibawa dalam ziarah ke makam beliau pada keesokan harinya, sebagai bentuk penghormatan terakhir yang sarat makna rohani.
Usai menerima berkat perutusan dari Romo, umat tidak langsung meninggalkan tempat, melainkan berkumpul bersama menikmati hidangan makan malam yang telah dipersiapkan oleh tuan rumah. Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti pertemuan, mempererat tali persaudaraan di antara umat. Doa sebelum makan dipimpin oleh Hilarius Yudi Lasyanta, sebagai bentuk syukur atas berkat yang diterima.

Semoga melalui doa-doa tulus yang dipanjatkan oleh orang-orang yang mengasihi, Tuhan berkenan menyempurnakan jiwa almarhum, memurnikannya dari setiap dosa dan hukuman, serta mengundangnya untuk beristirahat dalam damai dan sukacita abadi di surga.
Catatan : Foto dikirim oleh Bonfilio Febri Priyambodo




