Bulan Agustus identik dengan semangat kemerdekaan bangsa Indonesia. Di bulan ini, masyarakat di seluruh penjuru tanah air merayakannya dengan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan rakyat yang penuh keceriaan hingga beragam aktivitas yang menumbuhkan rasa persatuan dan cinta tanah air. Keuskupan Agung Semarang (KAS) turut mengajak umat Katolik untuk mengambil bagian dalam perayaan ini dengan cara yang khas, yakni memaknainya melalui iman Katolik lewat Sarasehan Katekese Kebangsaan.
Katekese Bulan Kebangsaan tahun 2025 diselenggarakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama mengangkat tema tentang keluarga sebagai tempat tumbuhnya kekatolikan dan semangat kerasulan, sedangkan pertemuan kedua membahas peran lingkungan sebagai komunitas basis gerejawi yang kokoh dan berdaya. Melalui dua rangkaian ini, diharapkan umat tidak hanya memahami nilai kebangsaan secara lahiriah, tetapi juga menjiwainya sebagai bagian dari panggilan iman.

Lingkungan Santa Bernadetta Temanggal I pun ambil bagian secara aktif dalam kegiatan ini dengan mengadakan Pertemuan Pertama Katakese Bulan Kebangsaan. Tema besar yang diangkat adalah “Berjumpa dengan Kasih Yesus Kristus dan Bergerak di Tengah Masyarakat”, dengan subtema “Keluarga Menumbuhkan dan Mentradisikan Kekatolikan serta Semangat Kerasulan.” Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Agustus 2025 dan dipimpin oleh Antonius Margiyo dengan dihadiri oleh 24 umat yang antusias mengikuti jalannya acara.

Dalam pertemuan pertama, umat diajak untuk menyadari kembali peran keluarga sebagai fondasi utama pertumbuhan iman dan semangat pelayanan. Sesi diskusi berlangsung hangat, di mana peserta saling berbagi pengalaman (sharing) mengenai upaya membangun kekatolikan dalam kehidupan rumah tangga masing-masing. Berbagai tantangan masa kini, khususnya dampak digitalisasi dan gaya hidup modern, juga menjadi bahan refleksi bersama. Dari pertemuan ini, diharapkan setiap keluarga sungguh menjadi “sekolah pertama” dalam menanamkan nilai-nilai iman, sekaligus aktif berperan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai wujud kesaksian iman Katolik yang hidup.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Suryani Oktarina



