Pohon dan Buahnya : Membangun Hidup di Atas Dasar yang Kokoh. Demikianlah tema dalam Ibadat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan Bulan September 2025 yang diselenggarakan pada hari Minggu, 14 September 2025 pukul 19.00 WIB di kediaman Imaculatta Tumiyati, di Dusun Brintikan RT.03 Tirtomartani Kalasan Sleman, dengan pemandu prodiakon FX. Risang Baskara dan partisipasi 25 umat.
Ibadat dibuka dengan lagu “Siapa Berpegang” dari Puji Syukur No. 650 yang dipandu oleh Hilarius Yudi Lasyanta. Setelah pernyataan tobat dan doa pembuka, Clara Heni membacakan suratan Rasul Paulus dalam I Timotius 1:15-17, dilanjutkan Mazmur Tanggapan dari kitab Mazmur 113:1-4, 5a, 6-7 dengan refrain : “Pujilah Tuhan, sebab Ia meninggikan orang rendah.”

Bacaan Injil malam itu diambil dari Lukas 6:43-49 perihal pohon dan buahnya, serta dua macam dasar dalam membangun rumah. “Malam ini kita disajikan dua bacaan yang saling melengkapi dengan indah. Dari Surat Rasul Paulus kepada Timotius, kita melihat sebuah kesaksian hidup tentang bagaimana sebuah pohon yang buruk dapat diubah oleh kasih karunia Tuhan. Sementara dari Injil Lukas, Yesus sendiri memberikan pengajaran tentang bagaimana sebuah pohon yang baik seharusnya hidup dan bertumbuh di atas dasar yang kokoh”, kata Risang dalam renungannya.
Sebagai penutup, Risang mengajak umat untuk merenungkan tiga hal dalam hati masing-masing : Pertama, melihat teladan Santo Paulus adalah bagian dari “pohon” hatiku yang perlu disadari sebagai sumber “buah” yang buruk, dan kuserahkan pada rahmat Tuhan untuk diubah?. Kedua, Buah macam apa yang paling sering keluar dari mulut dan perbuatanku minggu ini di tengah keluarga dan lingkungan ? Manis atau asam ?. Ketiga, Ketika “badai” kecil datang menerpa, apakah aku merasa imanku kokoh, atau aku mudah goyah ? Sudahkah aku membangun imanku di atas perbuatan nyata ?

Semoga permenungan ini mendorong kita, sebagai paguyuban Lingkungan Bartolomeus Brintikan untuk saling membantu menjadi pohon yang baik dan saling menguatkan agar rumah iman kita semua dibangun kokoh di atas dasar Kristus, Sang Batu Karang sejati. Setelah doa umat, doa penutup, dan doa berkat selesai, ibadat ditutup dengan menyanyikan lagu “ Yang Berteduh pada Tuhan” dari Puji Syukur No. 654 dipandu M.Th. Sri Wahyunani. Sembari mendengarkan beberapa pengumuman dan informasi yang disampaikan oleh Ketua Lingkungan, FX. Kristyanto Nugroho, sebelum pulang umat dipersilakan menikmati minuman dan makanan ringan yang disediakan tuan rumah.





