Rekoleksi Prodiakon – Menghidupkan Nyala Api Pelayanan

Komsos GMMK – Pada Minggu 31 Mei 2026 Paroki Kalasan mengadakan rekoleksi bagi para prodiakon. Rekoleksi ini berlangsung selama 2 hari dan bertempat di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan. Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembagian kamar. Peserta yang telah mendapat kamar dapat beristirahat dan mandi untuk mempersiapkan diri mengikuti sesi rekoleksidi aula. Sebelum melakukan kegiatan, peserta diperbolehkan menikmati snack ringan.


        Kegiatan rekoleksi dibuka dengan pembagian kelompok dengan cara yang unik. Setiap peserta diberi kertas yang berisi nama binatang. Peserta diminta mencari kelompoknya dengan mengeluarkan suara binatang yang didapatkan. Suasana menjadi hangat dan penuh tawa ketika banyak peserta kebingungan dan mengeluarkan suara-suara unik. Ketika hitungan mundur telah usai, ternyata ada peserta yang belum menemukan kelompoknya sehingga peserta tersebut diarahkan untuk masuk ke dalam kelompoknya .
        Sesi 1 rekoleksi mengusung tema “Menjaga Nyala Api” yang disampaikan oleh Rm Yohanes Dwi Harsanto Pr. Romo projo Kas yang merupakan Romo Vikep Kategorial ini memberikan pemaparan menarik tentang karya pelayanan dan bagaimana menghidupkan semangat dan komitmen pelayanan (Api). Tuhan Yesus telah melempar api dalam diri diri manusia, maka tugas yang diberikan sebagai seorang prodiakon adalah menjaga nyala api itu. Beberapa cara untuk menjaga nyala api di saat desolasi (kering, hampa) adalah dengan berdoa pribadi, menyambut sakramen ekaristi, mendengarkan sabda, berkomunitas dan mendengarkan keluh kesah orang. Desolasi sifatnya sementara, dan pasti akan berlalu. Di saat konsolasi (hiburan rohani) makan akan muncul sikap rendah hati, merasa hiburan ini pemberian dari Tuhan bukan jasa pribadi dan merasa tidak penting. Pada momen ini adalah saat untuk kreatif (mencipta) sedikit kreasi, sedikit ide.

       Pada sesi kedua, peserta dibekali materi yang menginspirasi dan menguatkan dalam karya pelayanan oleh Romo Antonius Dadang Hermawan Pr. Romo Dadang menegaskan bahwa seorang prodiakon dipanggil bukan hanya untuk menjalankan tugas tetapi menginspirasi umat melalui kesederhanaan hidup, ketulusan pelayanan, kedalaman doa dan integritas hidup. Dalam pelayanan sebagai seorang prodiakon, bahaya terbesar dalam pelayanan adalah ketika prodiakon hanya melayani secara mekanis, sibuk secara teknis, tetapi hati jauh dari Tuhan. Tugas prodiakon sebagai pelayan yang menyejahterakan memiliki makna bahwa pelayanan sakramental bukan sekedar menjalankan tata liturgi. Di samping itu, kehadiran prodiakon seharusnya menenangkan umat, memberi harapan, menghadirkan damai, membuat umat merasa diperhatikan dan juga menjadi saluran kasih Allah. Sebelum sesi penutup, peserta diajak untuk berefleksi, serta diberi penguatan oleh Romo Dadang.

“Menjadi prodiakon berarti menjadi inspirasi, membawa sukacita dan menghadirkan kesejahteraan rohani bagi sesama karena pelayanan sejati bukan hanya tentang apa yang dilakukan di altar, tetapi tentang bagaimana Kristus hidup melalui diri kita,” ujar Romo asal paroki Delanggu ini.

    Hari kedua diisi dengan kegiatan-kegiatan seru. Pada pagi hari peserta diajak berjalan menuju makam Romo Sanjaya dan berdoa. Meskipun udara pagi terasa dingin tetapi kebersamaan membuat suasana menjadi lebih hangat. Setelah kembali ke pusat pastoral Sanjaya Muntilan peserta kemudian mandi dan bersiap-siap untuk menuju aula. Saat di aula peserta masuk ke dalam kelompok dan bekerja sama dalam games. Suasana di dalam aula penuh dengan tawa dan menunjukkan antusiasme dari peserta dalam bekerja sama dalam kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan dari hari pertama hingga hari kedua ditutup dan diakhiri dengan ekaristi di kapel Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan.

Rekoleksi ini kemudian menemukan maknanya ketika para prodiakon menemukan kembali api yang kian menyala-nyala dalam diri mereka yang mereka bawa pulang dan kemudian mereka hadirkan di tengah-tengah umat. Prodiakon diharapkan tidak hanya “ada”, namun sungguh-sungguh “hadir” di tengah-tengah umat, membawa inspirasi, menebarkan pengharapan dan meneguhkan umat agar makin dekat dengan Gusti Allah, Sang Maha Kasih.

Liputan oleh Gaeta dan foto oleh Komsos GMMK.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *