Mistagogi Sakramen Penguatan: Menjaga Batas, Menghormati diri dan orang lain

Kesehatan Seksual dan Reproduksi: Tidak Saru, Tapi Perlu

“Teman-teman biasanya bertanya tentang Kesehatan Seksual dan Reproduksi (Kespro) ke siapa?” Pertanyaan sederhana dari Kak Rey itu langsung memantik rasa ingin tahu 280 orang muda Katolik yang hadir pada diskusi Kespro, Sabtu 13 September 2025 di pagi yang cerah di Gereja St. Ignatius Kalasan Tengah. Lewat aplikasi Mentimeter, jawaban yang muncul cukup mengejutkan: ChatGPT, Tuhan Yesus, dan teman dekat adalah pilihan terbanyak.

Jawaban ini menjadi gambaran nyata bahwa isu kesehatan seksual dan reproduksi masih jarang menjadi ruang aman untuk berdialog, apalagi di lingkungan iman. Karena itulah, tim Bidang Pewartaan Paroki Maria Marganingsih, lewat formatio iman berjenjang, bekerja sama dengan Pilar PKBI Jawa Tengah menggelar diskusi bertema  Menjaga batas, menghormati diri dan orang lain.”

Sesi Hangat dan Membuka Mata

Diskusi dipandu oleh Kak Aurea (Rey), Kak Mutiara, dan Kak Elisabeth Widyastuti (Direktur Eksekutif PKBI Jawa Tengah). Dengan gaya hangat dan interaktif, mereka membahas topik-topik penting yakni organ dan sistem reproduksi, fakta kekerasan terhadap perempuan dan orang muda, Jenis-jenis kekerasan berbasis gender, kesetaraan dan keadilan gender, consent dan batasan dalam relasi, faktor risiko kesehatan reproduksi dan akses layanan kesehatan reproduksi komprehensif.

Kak Elisabeth menegaskan bahwa ketidaktahuan dan cara pandang patriarkis membuat orang muda justru kehilangan akses informasi yang sehat. Sementara internet, seperti gudang besar penuh informasi, belum tentu tertata rapi. Kalau tidak hati-hati, orang muda bisa tersesat pada informasi yang salah atau bahkan membahayakan.

Curhat dan Pertanyaan Orang Muda

Antusiasme peserta terlihat dari 42 pertanyaan tertulis dan satu pertanyaan langsung. Pertanyaannya pun beragam, mulai dari relasi pacaran yang sehat, dampak kekerasan dalam keluarga, pornografi, masturbasi, KB, hingga pertanyaan biologis tentang asal-usul sperma dan siklus menstruasi.

Salah satu kisah yang dibagikan cukup menggetarkan. Seorang siswi remaja dipaksa pacarnya mengirim foto dan video porno, bahkan diajak berhubungan seksual. Saat melapor ke guru BK, kasusnya dianggap wajar dalam pacaran. Ironisnya, di gereja pun ia tidak tahu harus mencari bantuan ke mana.

Wake-Up Call untuk Gereja dan Orang Tua

Situasi ini, menurut Kak Elisabeth, menjadi alarm keras bagi semua pihak. Di era digital, alat kontrasepsi dijual bebas, pornografi mudah diakses, tetapi ruang aman untuk berdialog hampir tidak tersedia. Akibatnya, orang muda rentan terhadap berbagai persoalan yakni kekerasan dalam pacaran, kekerasan berbasis gender, kehamilan tidak direncanakan, bullying, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Bagi Gereja, banyaknya pertanyaan dari orang muda adalah wake-up call. Gereja dipanggil untuk hadir menyediakan ruang aman, informasi yang benar, serta pendampingan yang berkesinambungan.

Langkah Awal yang Inklusif

Menutup sesi, Kak Elisabeth memberikan apresiasi:

Saya dan tim Pilar PKBI Jawa Tengah sangat menghargai Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Inisiatif ini membongkar ketabuan dan menunjukkan komitmen gereja Katolik yang inklusif bagi orang muda. Tantangan berikutnya adalah menindaklanjuti pertanyaan yang belum terjawab hari ini dengan pendampingan komprehensif dan berkelanjutan,ungkap Kak Elizabeth.

Diskusi Kespro ini menegaskan bahwa berbicara soal kesehatan seksual dan reproduksi bukanlah hal tabu, melainkan kebutuhan mendesak. Karena tubuh adalah anugerah Allah dan bait Roh Kudus yang harus dijaga dengan pengetahuan, sikap hormat, dan relasi yang sehat.

Foto dan liputan: Kiriman dari panitia

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *