411 St. Petrus Temanggal II: Menjadi Keluarga yang Hidup, Peduli, dan Berdoa

Kamis malam, 9 Oktober 2025, umat Lingkungan St. Petrus Temanggal II mendapat giliran jadwal Misa Lingkungan yang diselenggarakan di Griya Resto. Sejak pukul 18.30 WIB umat mulai berdatangan, saling menyapa penuh sukacita dalam keakraban sebagai satu keluarga. Anak-anak berlarian kecil, para bapak dan ibu bercengkerama ringan sambil menyiapkan perlengkapan misa. Suasana penuh kehangatan itu mencerminkan wajah Gereja yang hidup, umat yang saling mengenal dan merawat kebersamaan iman.

Acara diawali dengan sambutan oleh Yustinus, yang mengucapkan selamat datang kepada romo dan seluruh umat lingkungan yang hadir. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX. Murdi Susanto, Pr. yang malam itu membawakan misa dengan suasana akrab, khusyuk, dan tetap penuh semangat sukacita. Suasana misa makin meriah berkat iringan paduan suara lingkungan yang dikoordinatori oleh Indri dan diiringi Wahyu, yang membawakan lagu-lagu rohani dengan indah dan kompak, menambah kekhidmatan serta semangat doa seluruh umat. Tema Misa Lingkungan adalah Membangun Keluarga yang Hidup dan Peka. Dalam homilinya, Romo Murdi mengajak umat untuk merenungkan kembali realitas hidup berkomunitas di lingkungan. Beliau mengawali dengan mengamati jumlah kepala keluarga dan umat di Lingkungan St. Petrus Temanggal II. Dari situ, Romo mengajak setiap umat untuk tidak sekadar mengetahui angka, tetapi sungguh memahami kehidupan nyata dari setiap keluarga. “Apakah di rumah kita hidup bersama keluarga besar, atau mungkin hanya berdua, bertiga, bahkan ada yang hidup sendirian? Apakah kita saling mengenal satu sama lain, atau justru sudah mulai jauh karena kesibukan?” tanya Romo lembut, mengundang umat untuk merenung. Romo mengingatkan bahwa lingkungan bukan hanya tempat berkumpul saat misa, melainkan keluarga rohani. Setiap orang dipanggil menjadi penggerak kehidupan iman, ikut menumbuhkan semangat dalam kegiatan doa, sosial, dan pendalaman iman. “Kalau lingkungan hidup, maka iman kita pun ikut hidup,” tambahnya. Meneladani Santo Fransiskus dan Merawat Bumi Memasuki bulan Oktober yang juga bertepatan dengan peringatan Santo Fransiskus dari Assisi, Romo Murdi mengajak umat meneladani kesederhanaan dan kepedulian sang santo terhadap seluruh ciptaan. Ia mengingatkan bahwa tahun ini Gereja merayakan 10 tahun ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus sebuah seruan untuk merawat bumi, rumah kita bersama. “Merawat alam itu bukan hanya tugas para pecinta lingkungan, tapi juga panggilan iman kita. Karena lewat ciptaan, Allah menampakkan kasih-Nya. Jika kita mencintai Allah, maka kita pun harus mencintai bumi tempat kita tinggal,” ujar Romo. Tetap Berdoa dan Percaya Menutup homilinya, Romo menyinggung pesan dari bacaan hari itu, yaitu Maleakhi 3:13–4:2a dan Lukas 11:5–13, yang berbicara tentang kesetiaan dalam doa dan keyakinan akan kasih Allah. Ia menekankan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan relasi kasih antara manusia dan Tuhan. “Allah selalu mendengarkan doa anak-anak-Nya. Kadang jawaban-Nya tidak datang cepat, tapi pasti datang tepat. Yang penting, kita tidak berhenti percaya dan terus membuka hati,” pesan Romo Murdi dengan senyum hangat. Serah Terima Pengurus: Melayani dalam Semangat Baru.

Usai perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan pengurus lingkungan.. Antonius Sudarsana secara simbolis menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Duan Hargo. Dalam kesempatan itu, umat memberikan tanda kasih kepada Antonius sebagai ungkapan terima kasih atas pengabdiannya selama masa bakti 2023–2025. Suasana haru dan syukur terasa ketika umat memberikan tepuk tangan meriah bagi pengurus lama dan baru, tanda dukungan dan semangat untuk terus melayani dengan tulus hati. Acara malam itu ditutup dengan foto bersama Romo Murdi dan seluruh umat, disusul dengan ramah tamah serta makan malam bersama. Hidangan sederhana terasa istimewa karena dinikmati dalam keakraban. Tawa, cerita ringan, dan sapaan hangat menjadi penanda bahwa kebersamaan umat di Lingkungan St. Petrus Temanggal II tetap hidup dan tumbuh subur. Misa Lingkungan bukan hanya bagian dari jadwal rutin, tetapi sebuah momen berharga untuk meneguhkan iman, mempererat tali persaudaraan, dan menumbuhkan rasa syukur. Di tengah dunia yang serba cepat dan individualistis, pertemuan seperti ini menjadi oase rohani yang mengingatkan bahwa Gereja hidup karena umatnya saling mengasihi dan saling meneguhkan.

Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh Yohanes Dimas Nugroho

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *