Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan mengadakan Ibadat Bulan Oktober 2025 pada hari Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB bertempat di kediaman Hilarius Yudi Lasyanta, beralamat Dusun Kersan Brintikan RT 01, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Clara Henny dan diikuti oleh 28 umat yang hadir dengan penuh sukacita.
Ibadat lingkungan dimulai dengan lagu pembuka, pernyataan tobat, dan doa pembuka oleh Prodiakon Clara. Bacaan pertama dibacakan Hilarius Yudi dari Yesaya 66:10–14, yang mengingatkan umat akan ajakan Tuhan untuk bersukacita bersama Yerusalem, sebab dari padanya mengalir penghiburan dan kehidupan yang melimpah. Mazmur tanggapan dari Mazmur 131:1–3 dengan refrein yang menyentuh hati: “Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.”

Sementara itu, Injil Matius 18:1–5 menjadi pusat permenungan malam itu. Injil ini memperlihatkan wajah sejati kebesaran dalam Kerajaan Surga. Ketika para murid bertanya, “Siapakah yang terbesar?”, Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Dengan tindakan sederhana namun bermakna, Yesus menegaskan bahwa jalan menuju surga adalah jalan kerendahan hati, kepolosan, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Seperti anak kecil yang bersandar sepenuhnya pada kasih orang tuanya, demikian pula kita dipanggil untuk percaya, rendah hati, dan tidak sombong di hadapan Tuhan.
Dalam penutup permenungan, Prodiakon Clara mengajak umat meneladani Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus, yang pestanya dirayakan pada hari Rabu, 1 Oktober yang lalu. Santa Teresia menghidupi apa yang ia sebut “jalan kecil” (The Little Way) — jalan sederhana menuju kekudusan melalui kasih yang tulus dalam hal-hal kecil. Ia percaya bahwa menjadi kecil di hadapan Tuhan bukanlah tanda kelemahan, melainkan ungkapan kepercayaan penuh kepada kasih Allah yang Mahakuasa. Melalui teladan Santa Teresia, umat diajak untuk setia dalam hal-hal kecil dan memuliakan Tuhan dengan hati yang sederhana.
Sesudah doa umat, ibadat dilanjutkan dengan doa Rosario yang diucapkan secara bergiliran menggunakan bahasa Jawa, sesuai kesepakatan umat karena hari Minggu. Setelah doa penutup dan doa berkat, ibadat diakhiri dengan lagu penutup sambil memberikan kolekte.

Sembari menikmati minuman dan makanan ringan yang disediakan tuan rumah, dilaksanakan pula pembentukan pengurus baru Lingkungan Bartolomeus Brintikan masa bakti 2026–2028. Hilarius Yudi Lasyanta, yang terpilih sebagai Ketua Lingkungan, memperkenalkan susunan “kabinet barunya” : Sekretaris tetap dipercayakan kepada Andreas Sudihartono, dan Bendahara dipegang oleh Theresia Ildayati. Beberapa seksi baru juga dibentuk untuk mendukung pelayanan, antara lain FX. Kristyanto Nugroho yang dipercaya menjadi Seksi Kreatif, dengan tugas menghidupkan kegiatan OMK melalui kreativitas dan inovasi yang menarik bagi kaum muda. Hilarius Yudi menyampaikan harapan agar kepengurusan baru ini dapat “membangun iman dan berpaguyuban dengan sukacita”, sejalan dengan Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Semarang. Semoga Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan semakin maju, berkembang, dan menjadi komunitas umat beriman yang hidup dalam kasih, persaudaraan, dan pelayanan yang penuh sukacita.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati




