
Rosario adalah alat ibadat dalam tradisi Gereja Katolik yang digunakan untuk membantu umat dalam berdoa dan merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus dan Bunda Maria. Rosario bukan sekadar alat secara fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Setiap manik-manik di rosario melambangkan doa, dan setiap dekade rosario didedikasikan untuk merenungkan salah satu dari dua puluh (20) misteri.

Dua puluh tujuh (27) umat Lingkungan Gregorius Kaliajir terus belajar dan mengalami langsung bagaimana misteri kehidupan Yesus Kristus direnungkan melalui Peristiwa Mulia pada hari Rabu, 15 Oktober 2025. Ibadat dan doa Rosario di hari ke-15 di bulan Oktober ini dilaksanakan di rumah Keluarga Lukas Ismarsono. Diawali dengan ibadat sabda yang dipimpin oleh prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo, dilanjutkan dengan pendarasan Doa Rosario dipandu oleh Roswita Rumsari dan bacaan perikope Injil oleh anak Abeng, anak Ave, anak Nael, dan anak Nea secara bergantian sebagaimana anak-anak sepakati. Untuk melengkapi pendarasan Doa Rosario, umat diberi kesempatan mengungkapkan doa permohonan kepada Tuhan. Setelah melambungkan doa Bapa Kami bersama-sama, rangkaian ibadat ditutup dengan memohon berkat kepada Tuhan. Lagu Peziarah Pengharapan menutup seluruh rangkaian ibadat di Kamis malam.

Umat pun pamit pulang, diwakili oleh ketua lingkungan. Namun, beberapa pengurus masih tinggal untuk memantapkan rencana ziarah dan rekreasi lingkungan. Pembahasan cukup lancar, membahas hal-hal yang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari, seperti alokasi waktu, konsumsi, akomodasi, dan transportasi. Semua hal dibahas secara detail agar pada hari pelaksanaan dapat berjalan lancar dan tidak ada lagi kendala yang berarti.




