Tanggal 30 Oktober 2025 adalah hari Kamis Kliwon. Dalam kalender liturgi merupakan Kamis Pekan Biasa XXX dengan bacaan pertama dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Romo bab 8: 31b-39 tentang ‘tiada makhluk mana pun yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus’. Bacaan Injil dari Lukas bab 13 ayat 31-35 tentang, ‘Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem’. Pada bab terakhir Injil Lukas tersebut dikatakan, “Sungguh, rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi! Tetapi Aku berkata kepadamu, kalian tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata, ‘Teberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan’”.

Bacaan pertama dan bacaan Injil menjadi motivasi 23 (dua puluh tiga) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir untuk menyatukan niat dan hati dalam peziarahan rohani bersama Bunda Maria dengan berdoa Rosario di hari ke tiga puluh. Rangkaian ibadat dipandu RB Sarbini Ari Purnomo dan doa Rosario dipandu oleh Agnes Sumarwi, didukung oleh anak-anak untuk membacakan kutipan Injil dalam setiap peristiwa. Kebersamaan umat LGAK dalam peziarahan doa di bulan Oktober terasa sangat melekat dan menjerat kerinduan setiap pribadi. Bahkan anak-anak pun tampak makin akrab satu sama lain dan memiliki kerinduan untuk bertemu, bersekutu di dalam doa, dan menginspirasi para orang tua. Seperti biasa, pertemuan dimulai pada pukul tujuh malam dan berakhir sekitar pukul delapan malam. Meskipun singkat tetapi umat tetap khusyuk dan khidmat dalam doa.

Setelah rangkaian ibadat dan doa selesai, umat tidak langsung beranjak meninggalkan rumah RB Maryanto. Kecuali umat yang harus melanjutkan aktivitas berikutnya yang sudah direncanakan. Pada kesempatan tersebut umat kembali mematangkan rencana penutupan bulan Oktober atau bulan Rosario, sebagaimana telah dibahas secara sekilas pada hari-hari sebelumnya. Setelah menemukan kesepakatan, umat pun pulang dengan sukacita dan membawa harapan bahwa esok hari akan bertemu kembali untuk memuliakan Tuhan bersama Bunda Maria.




