0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Ibadat Memule adalah Pengungkapan Iman Gereja

Ibadat kematian adalah pengungkapan iman Gereja akan janji hidup kekal bagi mereka yang telah berpulang atau meninggal. “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang , yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yohanes 6: 40). Melalui ibadat memule atau ibadat kematian umat yang berkumpul, sehati sejiwa, berdoa kepada Tuhan bagi jiwa orang yang sudah meninggal agar Tuhan berkenan memberikan Rahmat kerahiman dan menganugerahkan keselamatan kekal.

Pada hari Sabtu tanggal 8 November 2025 pada pukul tiga sore atau pukul 15.00 WIB, umat Lingkungan Gregorius Kaliajir diundang kembali oleh Maria Magdalena Supraptiwi dan anak-anaknya untuk berkumpul di rumahnya. Istri dan anak-anaknya sudah tampak berdamai dan legawa menyadari kepergian bagian penting dalam hidupnya, karena percaya bahwa Allah Bapa di surga lebih menyayangi Antonius Triyatno. Ibadat memule dilaksanakan lebih awal karena pada pukul tujuh malam (19.00 WIB) umat LGAK juga harus mengikuti Misa Memule di Gereja Santo Yusup Berbah untuk memperingati 2 tahun meninggalnya salah satu umat di LGAK. Meskipun hujan masih belum tampak akan reda, tiga puluh empat (34) umat hadir dalam Ibadat Memule, memperingati lima hari berpulangnya Antonius Triyatno ke rumah Bapa. Ibadat Memule kali ini dipimpin oleh RB Sarbini Ari Purnomo.

Tepat pukul empat sore atau pukul 16.00 WIB rangkaian ibadat telah selesai. Dilanjutkan dengan ramah tamah singkat sambil menikmati teh hangat, menemani kudapan ringan yang disiapkan keluarga. Setelah mendengarkan beberapa pengumuman, umat pun pamit pulang untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. 

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *