KOMSOS-GMMK. Gereja Kalasan tampak gelap saat perayaan ekaristi Vigili Paskah akan dimulai. Suasana berubah menjadi hening dan perhatian umat tertuju pada penyalaan lilin Paskah yang dilaksanakan di selasar dekat ruang Pastoran. Tercatat sebanyak 681 umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan menghadiri perayaan ekaristi Vigili Paskah ke-2 pada tanggal 4 April 2026 pukul 20.30 di gereja Maria Marganingsih Kalasan. Perayaan Ekaristi Vigili Paskah dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Dalam suasana gereja yang gelap, nyala api baru dinyalakan oleh Romo Dadang dan diteruskan pada lilin Paskah. Hal ini menandakan hadirnya Kristus yang membawa terang dan harapan bagi dunia. Lilin Paskah kemudian diarak menuju altar gereja, dan umat sujud memberikan penghormatan pada Lilin Paskah. Lilin Paskah pada akhirnya ditempatkan di sisi kanan altar gereja.
Cahaya dari lilin Paskah kemudian dibagikan kepada umat yang hadir dibantu oleh para putra altar Kalasan. Hal ini menggambarkan bahwa setiap orang dipanggil untuk menerima dan memancarkan terang Kristus dalam hidup sehari-hari. Peristiwa ini menjadi tanda pembaruan iman, bahwa melalui kebangkitan-Nya, umat memperoleh kehidupan baru dan dipanggil untuk hidup dalam kasih dan terang Tuhan.

Dalam kotbahnya Romo Dadang menyebutkan bahwa rangkaian liturgi Vigili Paskah memang panjang namun inilah liturgi yang paling agung dari semua liturgi misa sepanjang tahun. Litugi ini disebut paling agung karena kita mendengar sejarah keselamatan yang kita dengar dari pewartaan sabda. Kita melihat simbol-simbol liturgi dan dalam kegelapan tadi kita melihat satu cahaya yakni lilin Paskah. Dan cahaya paskah tadi dibagikan kepada kita semua. Ini adalah suka cita karena Kristus Sang Terang telah bangkit.
“Bila pada malam paskah kita merayakan liturgi dengan meriah dan agung, itu semua karena kita merayakan kebangkitan Kristus. Kalau tidak ada kebangkitan Kristus, maka tidak ada perayaan semeriah ini,” ungkap Romo Dadang.

Para murid tahu bahwa Yesus bangkit karena adanya makam kosong. Makam kosong itu kemudian membuka pikiran para murid setelah diberitahukan oleh malaikat bahwa setelah wafat maka Yesus akan bangkit pada hari ketiga.
Dikisahkan bahwa ada perempuan yang menunjukkan kasihnya kepada Yesus yakni Magdalena dan Maria yang lain (dari Bethania). Mereka masih mempunyai kasih kepada Yesus, sedangkan murid yang lain sepertinya sudah “ngloro” setelah tahu bahwa Yesus wafat di salib. Kedua perempuan inilah yang menunjukkan kasihnya kepada Yesus dengan menengok makam Yesus dan mereka kemudian tahu bahwa makam Yesus sudah kosong. Kita merayakan Paskah yakni Yesus yang bangkit. Itulah yang menjadi dasar iman kita.

Hal kedua yang disampaikan Romo Projo KAS ini adalah tentang kata-kata pertama yang disampaikan Tuhan Yesus setelah Dia bangkit. Yesus mengatakan “Salam sejahtera bagimu. Ucapan Yesus ini adalah ucapan suka cita. Ucapan Yesus ini mengubah banyak hal. Para murid yang semula mengalami ketakutan dan kekecewaan kemudian diubah oleh Yesus dengan ucapan “Salam sejahtera bagimu”. Para murid kemudian mengalami pengalaman batin yang luar biasa ketika bertemu dengan Yesus. Romo Dadang kemudian mengajak umat untuk menggunakan sapaan seperti itu kepada sesama. Salam ini adalah suka cita Paskah.

“Hari ini dalam perayaan vigili paskah ini kita juga akan bersuka cita bersama 25 orang yang akan dibabtis di gereja Kalasan, 4 orang akan diterima kembali ke pangkuan gereja Katolik. Ada juga 3 orang yang mendapatkan kemurahan rohani dari keuskupan untuk bisa menerima komuni kembali, dan ada yang akan diperbarui pernikahannya. Ini semua adalah suka cita Paskah bagi mereka juga,” ungkap Romo Dadang.

Sebelum berkat penutup, ketua panitia paskah Ignitius Wahyu Pujarana menyampaikan kata sambutan. Pertama, Wahyu mengucapkan ucapan selamat paskah. Dia juga mengucapkan selamat kepada babtisan baru. Ketiga, lelaki yang berasal dari lingkungan Andreas Bendungan ini juga mengucapkan erima kasih kepada semua pihak yang telah berperan mensukseskan rangkaian perayaan Paskah tahun 2026. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran keamanan yang membuat umat bisa beribadat dengan nyaman. Apresiasi yang tinggi juga disampaikan untuk semua jajaran panitia. Tak lupa, ayah dari satu anak bernama Una dan masih bersekolah di SD Mangunan ini juga memohon maaf bila ada kekurangan selama terselenggaranya rangkaian pekan suci paskah.

Selamat Paskah.



