0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Ekaristi mengalirkan Rahmat untuk Menguduskan Umat Manusia

Selama tiga puluh satu hari berturut-turut umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir melaksanakan sarasehan Bulan Katekese Liturgi (BKL) dalam Bulan Maria. Sarasehan dilaksanakan di rumah umat lingkungan secara bergiliran dan disepakati dilaksanakan secara ‘malaekatan’ atau tanpa snack. Dari hari ke hari jumlah umat yang hadir bervariasi, berkisar antara 15-30 umat. Berapa pun jumlah umat yang hadir, tidak pernah mengurangi semangat umat untuk mendalami tema Ekaristi yang telah dipersiapkan oleh Keuskupan Agung Semarang. Bahkan, umat yang hadir selalu mendoakan umat yang belum dapat hadir agar senantiasa dikarunia kesehatan dan kesejahteraan.

Hari Minggu tanggal 31 Mei 2026 dua puluh tujuh (27) pada pukul 19.00 WIB umat LGAK berkumpul di rumah Heribertus Wikan Triargono. Umat berkumpul untuk melaksanakan sarasehan BKL hari terakhir di bulan Mei dengan tema, Ekaristi sebagai sumber pengharapan akan keselamatan dan penebusan. Setelah dibuka oleh RB Maryanto selaku ketua lingkungan, Theovilus Suwarto mengajak umat menyanyikan lagu pembuka, kemudian dilanjutkan prodiakon Yohanes Baptista Topo Kusnandar dengan ibadat pembuka. Pada alinea pertama teks panduan BKL disampaikan bahwa salah seorang imam di gereja San Fransesco, Lanciano, Italia pernah meragukan, apakah roti dan anggur yang dikonsekrasikan dalam doa syukur Agung sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus? Apakah Kristus sungguh hadir? Suatu ketika, pada saat imam itu merayakan Ekaristi, roti dan anggur yang telah dikonsekrasikan sungguh-sungguh berubah menjadi Daging dan Darah. Imam itu pun ketakutan dan berlari. Peristiwa itu dikenal dengan Mukjizat Ekaristi. Daging dan Darah itu hingga saat ini disimpan dan masih bisa dilihat di Gereja San Fransesco, Lanciano, Italia. Keraguan imam tersebut sungguh mewakili sebagaian besar umat kita, yang masih sering meragukan kehadiran Kristus dalam Hosti yang kita santap.

Keraguan tersebut berangsur terjawab dengan mengikuti sarasehan BKL selama bulan Mei tahun 2026 yang memberikan penyegaran penghayatan Ekaristi. Hari demi hari keraguan umat mendapat peneguhan melalui tema yang diuraikan secara sederhana dan jelas. Makin menjadi terang ketika pemandu yang berpengalaman di bidang katekese memberikan penjelasan yang makin memudahkan umat dalam memahaminya. Umat pun makin diteguhkan dengan sharing pengalaman iman yang dibagikan oleh beberapa umat dalam sarasehan.

Umat yang hadir tidak segera beranjak ketika rangkaian sarasehan hari ke-30 berakhir. Sebagai ungkapan syukur, sarasehan penutup ini ditandai dengan menikmati teh hangat dan snak yang disiapkan lingkungan untuk dinikmati bersama. Ungkapan syukur karena wawasan umat tentang Ekaristi makin bertambah dan lebih sering bersekutu dengan saudara seiman di lingkungan pada setiap sarasehan. Setelah dirasa cukup, umat pun pamit pulang yang diawali dengan ucapan terima kasih dari ketua lingkungan atas kebersamaan umat LGAK yang berkelanjutan selama BKL. Kebersamaan yang membuahkan sukacita dan semangat dalam iman.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *